Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
LPTP ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » Program Partners For Resilience (PFR)

Program Partners For Resilience (PFR)
 
Posted : Mon, 19 November 2012 - 06:13 (1614 views)

Program Partners For Resilience (PFR)
PENGUATAN KAPASITAS TEAM PENELITI DESA
 
 
FLORES – NTT, 2012.  Dampak perubahan iklim telah sangat dirasakan masyarakat dan semakin memperburuk keadaan keberlangsungan sumber-sumber penghidupan masyarkat. Namun demikian pengetahauan dan pemahaman masyarakat sangat kurang mengenai perubahan iklim. Oleh karena itu dampak perubahan iklim belum bisa diantisipasi solusinya oleh masyarakat. Untuk itu diperlukan kajian perubahan iklim ditingkat desa, sehingga diketahui akan ancaman, kerentanan, dan kapasitas yang ada berkaitan dengan Pengurangan Resiko Bencana (Disaster Risk Reduction), Pengelolaan Lingkungan (Ecosistem Manajemen Restorasi) & Analisis Perubahan Iklim (Climate Change Analisis).  Untuk  itu diperlukan Team Peneliti Desa, yang berfungsi sebagai pengorganisir masyarakat yang berada di lingkunganya atau wilayah dusunya, juga sebagai kader peneliti didesa, kader pembangunan desa yang paham perspektif Pengelolaan Resiko Bencana Berbasis Komunitas.

Tujuan,  Pelatihan Team Peneliti PDRA tingkat Desa (“  Training of PDRA team at village level “) , Program Patners For Resilince LPTP, yaitu ;
  1. penguatan_kapasitas2Team peneliti desa menjadi tahu, paham, berbagai ancaman, kerentanan, dan kapasitas berkaitan dengan DRR (Disaster Risk Reduction), EMR (Ecosystem Manajemen Restorasi), CCA (Climate Change Analisis) di desanya.
  2. Team peneliti desa menjadi paham tentang konsep, metodologi dan tindakan – tindakan pengurangan resiko bencana, dan peningkatan kapasitas  yang berkaitan dengan penghidupan masyarakat di desa.
  3. Desa memiliki data dasar berkaitan dengan DRR-EMR-CCA, diharapkan bisa menjadi bahan dalam perencanaan pembangunan ditingkat desa, yang berbasis pembangunan yang berperspektif pengurangan resiko bencana.
penguatan_kapasitas3_01Peserta pelatihan di 4 desa program sebanyak 40 orang, yang terdiri dari perempuan sebanyak 10 orang (25 %) dan laki-laki 30 orang (75%), untuk Desa Bu Utara, dilaksanakan tanggal, 30 – 31 July 2012, bertempat di Kantor Desa Bu Utara, Kec. Tanawawo, Kab. Sikka, sebagai fasilitator utama Sulistyo, SPd.   Desa Watuneso, tanggal, 2-3 Agustus 2012, bertempat di Kantor kelurahan, Kec. Lio Timur, Kab. Ende, sebagai fasilitator utama Ade Irman Susanto, SPd.  Desa Masebewa, tanggal, 6-7 Agustus 2012, bertempat di Kantor Desa Masebewa, Kec. Paga, Kab. Sikka, sebagai fasilitator Utama Trasno Yuli M, SPd, dan Desa Fatamari, pada tanggal, 8-9 Agustus 2012, di Kantor Desa Fatamari, Kec. Lio Timur, Kab. Sikka, sebagai fasilitator utama Ilham Sarifudin, AM.d.

Materi pelatihan, yang diberikan mengacu pada Hyogo Frameworks, penguatan_kapasitas4hari pertama, membahas mulai;  Pengertian konsep dasar Pengurangan Resiko Bencana berbasis masyarakat dan Participatory Disaster Risk Assesment (PDRA), Memetakan data dasar di desa, Analisis Ancaman (Hazard), Analisis Dampak (Impact). Dilanjutkan hari kedua, membahas materi; Analisis Kerentanan (Vulnerability), Analisis Kapasitas (Capacity Assesment), Analisis Kelembagaan di Desa, dan Pengenalan & Pengoperasian GPS             (Global Positioning System). Setelah pelatihan merencanakan PDRA Implementation at Hamlet level  (kajian PDRA di tingkat dusun), di 16 Dusun di 4 Desa Program, dimasing-masing dusun dilakukan 6 kali pertemuan, setelah itu melakukan workshop pembahasan hasil kajian PDRA ditingkat dusun untuk menyusun dokumen kajian PDRA Dusun. Setelah disepakati bersama ditingkat dusun, dibawa kepertemuan tingkat desa untuk dibahas bersama menjadi dokumen kajian PDRA tingkat desa.
 
penguatan_kapasitas5
 
 
Waktu pelatihan rata-rata dimulai, dari jam 09.00 karena peserta banyak yang bertempat tinggal jauh dari tempat pertemuan, ada yang sepeda motor tidak dapat masuk kekampung & harus jalan kaki , sampai dengan 15.00 WITA, untuk Desa Bu Utara dan Desa Fatamari,  karena belum ada jaringan listrik PLN, selama pelatihan mengunakan genset untuk mendukung proses belajar bersama, agar memudahkan dalam memberikan materi pelatihan.
 
 
 
Pada pembukaan pelatihan  di desa Bu Utara Kepala Desa Pak Emilius Agustinus, yang pernah bekerja di LSM, mengucapan terimaksih kepada LPTP dan timnya yang merupakan saudara kita yang datang dari jauh, telah mau berkegiatan di desa Bu Utara untuk pengembangan desanya. Beliau minta kepada peserta untuk mengikuti kegiatan belajar ini sampai selesai.  Diakhir pelatihan di Kelurah Watuneso – Bapak Nikolaus Ngaji, mengatakan hanya satu dua hal yang perlu saya sampaikan yang pertama; kegiatan seperti ini sangat mahal,  kalau kami cari ilmu kita keluarkan uang tetapi kegiatan dua hari ini kita hanya siap fisik dan waktu. Untuk itu saya sebagai lurah mengucapkan banyak terimakasih untuk semuanya. Kami juga minta maaf karena dalam situasi puasa ini hanya kami yang makan sementara bapak-bapa ( Team PFR LPTP) harus pulang dengan lapar. Dengan mengucap syukur dan terimakasih kepada Tuhan saya menutup kegiatan ini dengan resmi.  #. Paga Beach-Sikka. 30 August 2012, Purwono Yunianto - Cordinator  Program  Development Of Village Resilience System In Evidence Base Sustainable Livelihood In Four Villages Of Ende And Sikka Districts, Nusa Tenggara Timur.
 
***


Copyright © 2008 - 2019 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design