Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
LPTP ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
NGO SULSEL MAGANG DI ...
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » PAH Untuk Kawasan Bencana Merapi

PAH Untuk Kawasan Bencana Merapi
 
Posted : Thu, 17 March 2011 - 11:57 (16423 views)

PAH Untuk Kawasan Bencana Merapi
Masalah utama yang dihadapi masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan adalah ketersediaannya akan air. Pada waktu musim hujan air  berlimpah namun pada waktu musim kemarau air menjadi barang langka. Begitu pula yang dihadapi oleh warga masyarakat di lokasi early recovery Merapi di Klaten dan Magelang. Masyarakat di dua kabupaten itu, yang desa-desanya berada di kawasan puncak Merapi sering menghadapi problem ketersediaan air pada waktu musim kemarau.

Pada waktu musim kemarau sebagian KK di kawasan puncak Merapi itu harus mengalokasikan anggaran untuk membeli air bersih dari tanki keliling.  Anggaran belanja rutin harian pun  menjadi membengkak karena harus membeli air. Tidak banyak warga yang memiliki sumur sebagai sumber airnya. Kondisi tanah pegunungan yang berbatu dan berpasir membuat sulit untuk melakukan pengeboran dalam pembuatan sumur. Mereka biasanya mendapatkan air dari sumber air alami yang dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui jaringan pipa yang dipasang oleh warga sendiri.

K3_paharena air merupakan support utama kehidupan manusia dan mempengaruhi tingkat produktivitas serta kesehatan masyarakat, maka upaya-upaya untuk penyediaan sumber-sumber air terutama pada warga masyarakat yang rentan perlu dilakukan oleh siapa pun.  Tim early recovery LPTP Insist berusaha mengurangi problem masyarakat terhadap air ini dengan mengajak masyarakat membangun bak penampung air hujan (PAH) dengan support  Djarum Foundation.

Program pembangunan bak PAH ini terutama diperuntukkan bagi warga masyarakat yang masuk katagori rentan dan berada di kawasan bencana Merapi. Program ini dilakukan di lokasi bencana Merapi di dua kabupaten yakni Klaten  dan Magelang. Karena domisilinya yang berada pada dataran tinggi dan  berada di kawasan gunung berapi, maka pada waktu musim kemarau sering menghadapi problem air.

Pembangunan bak penampung air ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko kekurangan air dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan tercukupinya kebutuhan akan air maka banyak kegiatan masyarakat yang dapat dilakukan.  Disadari manusia tidak mampu mempertahankan kehidupannya tanpa support dari air. Manusia membutuhkan air terutama untuk minum, masak, mandi dan mencuci. Kebutuhan manusia akan air setiap harinya relatif  besar. Apalagi jika dalam satu KK terdapat banyak jiwa. Keterbatasan sumber air yang ada di lingkungannya membuat banyak manusia yang kesulitan memenuhi kebutuhannya akan air.

1_pahProgram  pembangunan bak PAH ini selain diharapkan  mampu memenuhi kebutuhan air sebagai kebutuhan dasar masyarakat juga diharapkan semakin memperkuat semangat kegotongroyongan  masyarakat desa yang tinggal di kawasan Merapi.  Pembangunannya meskipun melibatkan tukang ahli namun disupport penuh oleh sesama warga  di sekitarnya.

Di Kabupaten Klaten jumlah PAH yang dibangun sebanyak 60 buah. Lokasi pembangunannya di Kecamatan Kemalang, sebuah kecamatan yang paling dekat dengan puncak Merapi.  Warga yang siap menerima pembangunan PAH sudah didata dan tersebar di tiga desa. PAH itu dibangun di desa Kendalsari sebanyak 7 buah, Desa Sidorejo 27 buah, Desa Balerante 26 buah. PAH itu dimanfaatkan oleh 60 KK. Total jiwa yang memanfaatkan ada 200 jiwa.

Untuk  Desa Paten pembangunan PAH dilakukan di dusun Babadan 1. Jumlah  PAH yang  dibangun sebanyak 40 buah. Total PAH yang dibangun pada dua kabupaten itu 100 buah dan disupport penuh oleh Djarum Foundation. Hampir semua  PAH di dua kabupaten itu sudah selesai dan dapat dimanfaatkan warga masyarakat.

2_pahKebanyakan penerima manfaat dari pembangunan PAH ini adalah buruh dan petani. Karena keterbatasannya  membuat mereka sulit membangun bak PAH sendiri.  Volume PAH yang dibangun  5 M3 dan bak PAH ini mampu menampung air sebanyak 5000 liter. Pondasi PAH dari batu kali sedangkan dindingnya batu bata. PAH berbentuk silinder dengan diameter 2,20 M dan memiliki penutup di bagian atasnya.
 
Kini orang-orang gunung dekat puncak Merapi itu tidak khawatir kekurangan air lagi. Anak-anak saat akan berangkat sekolah bisa mandi dan setiap saat bisa cuci tangan di rumahnya sendiri yang sudah ada bak penampung airnya.
 
 
***


Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design