Biogas

TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
LPTP ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
MAGANG ENERGI DAN PERTANIAN ORGANIC  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF

KAMPUNG ...
 
AGENDA PENINGKATAN KERJA SAMA LPTP DENGAN KLH
Selama tiga hari LPTP,  ACIAR, Dinas ...
TRAINING PENGEMBANGAN PANGAN DAN ENERGI BERKELANJUTAN
SUSDEC SELENGGARAKAN SEKOLAH COLLABORATIVE RESEARCH
KUNJUNGAN PEMKAB  PONOROGO
PERUMUSAN WORKPLAN LPTP 2010
Inna lillahi wa inna illaihi rojiun. Dari Allah dan ...
LPTP SELENGGARAKAN RAKER  DI TAWANGMANGU



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » FBS

FBS
 
Posted : Tue, 02 February 2010 - 10:45 (484 views)

FBS
PPP&PB LPTP FASILITASI PERTEMUAN FBS DENGAN PELAKU PASAR
Pusat Pengembangan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (PPP&PB) yang merupakan unit di bawah LPTP memfasilitasi pertemuan peserta Farmer Business School (FBS) dengan pelaku pasar. Pertemuan dilakukan di ruang meeting  gedung komunitas LPTP di Palur Solo. Pertemuan antar mitra itu dilakukan hari Sabtu tanggal 23 Januari 2010.
 
Petani merupakan  pemasok komoditas  pertanian yang diperdagangkan di pasar tradisional maupun pasar modern. Kebanyakan petani tidak tahu banyak mengenai hal-hal yang menyangkut pemasaran dari produk pertaniannya. Sangat jarang petani yang memahami bisnis atau menguasai bisnis. Kebanyakan petani hanya menekuni budidaya pertaniannya dan jarang  masuk dalam ranah bisnis  hasil pertaniannya. Hubungannya dengan pelaku bisnis di bidang pertanian dan pangan terbatas.
 
potatoUpaya meningkatkan kapasitas petani tidak hanya dalam bidang teknis pertanian namun juga perlu dalam hal yang lain seperti dalam hal pemasaran produk pertaniannya. Untuk itu lewat program Farmer Businness School (FBS) para petani yang selama ini bergulat dengan kegiatan pertaniannya diajak untuk mengenal pemasaran, terutama yang menyangkut produknya. FBS sendiri diinisiasi berdasar pengalaman dalam memfasilitasi Participatory Market Chain Approach (PMCA) oleh Potato International Centre (CIP) dan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) oleh LPTP.
 
Lewat FBS diharapkan para petani memahami hal-hal yang menyangkut  penjualan atau pemasaran dari produk pertaniannya. Meningkatkan pemahaman petani terhadap pemasaran merupakan upaya agar petani menguasai  hal-hal yang menyangkut penjualan produk pertaniannya. Dengan demikian petani memahami harga dari komoditas pertaniannya dan tidak sekedar mengikuti kemauan dari tengkulak atau  pihak pembeli yang selama ini bisa mempermainkan harga yang bisa merugikan petani.
 
Bargaining petani sering lemah dan sering mengikuti kehendak tengkulak atau pedagang perantara. Padahal petani merupakan produsen, namun dalam kenyataannya posisi tawarnya lemah. Harga produknya lebih sering ditentukan oleh pedagang. Ketidaktahuan saluran pemasaran menjadikan petani hanya punya pilihan menjual pada tengkulak atau pedagang perantara yang dapat memainkan harga. Pada akhirnya petani kerap mengalami kerugian atau sulit meningkatkan pendapatannya.
 
fbsSesuai dengan perkembangannya sekarang ini terdapat pasar tradisional dan pasar modern. Mengenali tipologi pasar  diperlukan mengingat kedua pasar itu memiliki perbedaan meskipun sama-sama sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli. Untuk itu kelompok tani Manunggal Desa Tiang Kabupaten Wonosobo yang merupakan anggota inti FBS melakukan kunjungan di beberapa pasar modern maupun pasar tradisional. Kunjungan dilakukan sebelum pertemuan FBS dengan pelaku pasar
 
Kelompok tani Manunggal dipilih menjadi pusat belajar FBS karena telah mengikuti kegiatan SLPTT yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Wonosobo dan LPTP dalam program ACIAR. Selain itu beberapa personalnya telah mengikuti workshop PMCA. Mereka  umumnya petani muda dan mempunyai minat serta kemauan belajar yang tinggi pada pertanian dan pemasaran.
 
Kunjungan yang dilakukan anggota FBS ke pasar-pasar  dimaksudkan untuk mengetahui mekanisme pasar, membangun jaringan dengan pelaku pasar, mengetahui permintaan, penawaran, stock dan lain-lain yang menyangkut perdagangan. Kunjungan yang dilakukan di antaranya di Goro Assalam, Carefour, Hypermart, Pasar Gede dan Pasar Legi yang kesemuanya ada di Solo. Sedangkan di Yogya kunjungan dilakukan di Pasar Bringin Harjo, Pasar Giwayan dan supermarket Hero. Pasar di wilayah Cirebon yang dikunjungi adalah Pasar Jagasatru, Pasar Kanoman, Giant dan Grage Mall.
 
buahDari  kunjungan itu  dapat diketahui mekanisme pemasokan barang di pasar dan peluang-peluang lain  yang dapat dimanfaatkan oleh petani. Peluang pasar merupakan hal penting dalam pemasaran. Kemampuan menangkap dan memanfaatkan peluang pasar sangat dibutuhkan dalam perdagangan di tempat mana pun. Agar peluang dapat dimanfaatkan maka perlu ada tindakan lebih lanjut seperti menjalin kerja sama dengan pelaku pasar yang lain.
 
Tujuan dari pertemuan kelompok FBS dengan pelaku pasar yang utama adalah  untuk mengetahui dan mendapatkan peluang kerjasama antara petani dengan pelaku pasar. Petani lewat kelompoknya diharapkan dapat menangkap dan memanfaatkan peluang yang ada dan menindaklanjutinya di kemudian hari. Kelompok tani diharapkan dapat menjadi supplier pada berbagai pasar terutama yang menyangkut produk pertaniannya.
 
Untuk itulah sebanyak 15 petani yang tergabung dalam kelompok tani Manunggal di Desa Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo selama sehari  melakukan diskusi dengan para pelaku pasar. Tiga pelaku pasar berpengalaman yang  menjadi nara sumber adalah Pak Kamil dari Pasar Legi Solo, Pak Pandu dari Pasar Jagasatru Cirebon dan Pak Dian dari Goro Assalam Solo.   Dari LPTP yang terlibat aktif adalah Eko Istianto, Zamzaini dan Sri Wahyuning. Dari CIP terdapat 2 personal yaitu Warsito dan Budi Prasetyo. Sedangkan Gunawan dan Lilik Mukhibah menjadi fasilitator dari kegiatan itu.

kentangDilakukannya diskusi langsung dengan pelaku pasar dapat menambah wawasan peserta FBS mengenai pemasaran dari produk pertaniannya. Mereka  mengetahui liku-liku pemasaran, jaringan pemasaran dan peluang-peluang riil yang ada di pasar yang dapat ditangkap dan ditindaklanjuti. Kehadiran nara sumber yang sudah berpengalaman dalam diskusi itu membantu proses peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai liku-liku dunia pasar yang selama ini diketahui namun tidak banyak dimengerti.
 


Copyright © 2008 - 2010 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design