Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
LPTP ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » Kompos

Kompos
 
Posted : Tue, 29 December 2009 - 04:50 (36217 views)

Kompos
MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG WONOSOBO

CV Karya Makmur yang mendapat kepercayaan Pemprov Jateng dalam pembangunan instalasi pengolahan sampah organik mengajak LPTP  bekerja sama dalam bidang penyediaan komponen sistem perajang sampah, instanlasi dan  pelatihan pembuatan kompos. LPTP sejak lama menekuni pengolahan sampah organik di antaranya melakukan kerja sama dengan KLH RI dan beberapa instansi di daerah. Rekayasa TTG LPTP yang berupa mesin perajang atau penghancur sampah digunakan oleh TPA-TPA di berbagai daerah.  
 
Empat set mesin perajang sampah bersama conveyornya telah selesai dibuat di Pusat Rekayasa Teknologi LPTP dan telah dikirim ke Dieng Wonosobo. Selain itu LPTP juga melakukan pembuatan bak pengangkut pada motor dayang yang akan digunakan untuk mengangkut bahan organik yang akan diproses lebih lanjut menjadi kompos. 10 sepeda motor roda tiga dayang yang ditambahi  dengan bak pengangkut telah selesai dirakit dan dikirim ke Dieng Wonosobo. Bersamaan dengan beroperasinya pusat pengolahan sampah organik itu, 10 armada kendaraan dayang itu juga akan beroperasi untuk mengangkuti bahan-bahan organik di sekitar lokasi.
 
Kawasan dataran tinggi Dieng merupakan sentra pertanian kentang dan kubis. Selama ini setiap pasca panen potongan tumbuhan dan daun menjadi sampah organik yang terbuang. Sampah organik itu tidak akan terbuang lagi dan  akan diolah untuk diproses menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian di kawasan itu. Dengan demikian petani kentang maupun sayur tidak akan menghadapi problem lagi dengan pupuk.
 
armadaArmada pengangkut dayang dengan baknya yang cukup besar akan beroperasi mengambil sampah organik di sekitar daerah pertanian dan membawanya ke lokasi pengolahan. Sampah organik itu selanjutnya akan dihancurkan lebih lembut dengan mesin penghancur bahan organik hasil rekayasa TTG LPTP. Setelah itu akan diproses menjadi kompos.
 
Sampah menjadi problem di berbagai daerah. Salah satu solusi mengatasi masalah sampah adalah mengolahnya menjadi kompos. Meskipun ini bukan merupakan solusi satu-satunya yang dapat memecahkan problem sampah di berbagai daerah namun pengolahan sampah menjadi kompos dapat mengurangi volume sampah yang setiap saat semakin meningkat di berbagai tempat. Kompos yang dihasilkan juga dapat membantu mengatasi krisis pupuk yang sering terjadi yang menyusahkan petani.
 
Wonosobo yang memiliki dataran tinggi Dieng dan merupakan salah satu sentra pertanian kentang dan sayur berusaha mengatasi masalah sampah dan krisis pupuk dengan mengembangkan pengolahan sampah organik. Sampah organik yang banyak dihasilkan rumah tangga, pasar serta daerah pertanian memiliki potensi yang besar untuk diproses lebih lanjut menjadi kompos. Melimpahnya kompos nantinya akan mengurangi ketergantungan  petani pada pupuk kimia atau pupuk pabrik lain.
 
Hasil produksi kentang dan sayur-sayuran yang melimpah di dataran tinggi Dieng menyisakan limbah organik yang dapat dimanfaatkan untuk kompos. Karena itulah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Jateng memilih lokasi ini untuk pembangunan pengolahan sampah organik.  CV Karya Makmur yang membangun pusat pengolahan itu menjalin kerja sama dengan LPTP yang memiliki pengalaman dalam pembuatan mesin teknologi tepat guna.
 
Berdasarkan sumbernya sampah dibedakan sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, sampah industri, sampah pertambangan dantpa sampah nuklir. Sedangkan berdasarkan sifatnya sampah dibedakan  sampah organik yakni sampah yang dapat diurai (degradable) dan sampah anorganik atau sampah yang tidak terurai (undegradable)
 
Solusi menyikapi sampah adalah  dengan 4 R, yakni mengurangi jumlah sampah (reduce), memanfaatkan kembali (reuse), mendaur ulang (recycle) dan mengganti (replace) sejak dari sumber sampah. 70 persen sampah Indonesia merupakan sampah organik, berupa sisa-sisa makanan, tanaman, kotoran hewan dan sampah yang bersifat degradebel (mudah diuraikan). Sampah ini memiliki potensi untuk diproses lebih lanjut menjadi kompos.
 
Pupuk kompos  sangat bermanfaat sebagai  penyubur tanaman. Harganya  relatif lebih murah di banding pupuk jenis lain. Telah cukup banyak pihak-pihak baik instansi swasta maupun pemerintah yang berusaha mengubah sampah menjadi pupuk. Itu juga sebagai usaha untuk memenuhi ketercukupan kebutuhan akan pupuk.  Kelangkaan pupuk yang sering terjadi diharapkan akan berkurang jika pupuk kompos tersedia banyak di masyarakat.
 
Pengolahan sampah menjadi kompos  harus melalui proses pemilahan di sumber pembuangan. Kelemahan yang ada pada masyarakat adalah belum terbiasanya melakukan pemisahan antara sampah organik dan unorganik. Di TPA sampah, pemilahan harus dilakukan baik secara manual maupun dengan mesin pengayak. Baru setelah itu dilakukan proses pembuatan kompos.
 
Pemilahan sampah membutuhkan partisipasi masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat memilah sejak awal di tempat pembuangan sampah rumahnya antara sampah organik dan unorganik. Pemilahan yang langsung dilakukan oleh masyarakat  dapat mempercepat  proses pengolahan menjadi kompos.
 
rajanganPembuatan pupuk kompos relatif mudah. Sampah dedaunan dan ranting dari pepohonan dimasukkan bak penampungan. Agar proses dekomposisi berlangsung optimal, tempat penampungan itu ditutup. Hal itu dilakukan untuk menghindari terpaan sinar matahari dan guyuran hujan.
 
Sampah yang diproses menjadi kompos  harus dalam keadaan basah, tetapi tidak sampai berair. Itu sebabnya bak sampah ditutup sehingga sampah tidak cepat kering karena penguapan atau terlalu basah karena hujan. Agar pengomposan berlangsung merata, tumpukan sampah harus dibolak-balik setidaknya seminggu sekali. Dalam waktu dua hingga tiga bulan, tumpukan sampah itu akan terurai menjadi kompos.
 
Untuk pembuatan pupuk kompos dengan bantuan cacing prosesnya tidak jauh berbeda dengan cara di atas. Sampah dedaunan dan ranting diletakkan di kotak-kotak. Kotak-kotak itu bagian bawahnya diberi beberapa lubang untuk jalan keluar air rembesan. Pada rak paling bawah ditempatkan tumpukan sampah paling lama. Kemudian di atasnya sampah yang lebih baru dan di atasnya lagi sampah terbaru. Pada kotak paling bawah itulah diberi sedikit tanah dan cacing tanah.
MESIN PERAJANG
Untuk mempercepat penghancuran sampah organik dibutuhkan alat. Sebuah mesin teknologi tepat guna yang sederhana dapat mempercepat proses penghancuran sampah organik. Pemotongan sampah organik menjadi lebih kecil-kecil perlu dilakukan untuk mempercepat proses penghancuran sampah organik.
 
Mesin penghancur sampah organik ini digerakkan dengan tenaga diesel. Penggeraknya berupa motor diesel yang mampu menghancurkan bahan organik secara cepat dan kuat. Pekerjaan pemotongan atau penghancuran sampah organik menjadi kecil-kecil lebih muah dan cepat dilakukan. Selanjutnya bahan yang sudah dihancurkan itu diproses menjadi kompos.
 
mesin_perajang_600
 
 
Proses kerja mesin penghancur bahan organik ini sederhana.  Bahan organik dimasukkan lewat corong di bagian atas dan akan terpotong oleh pisau-pisau yang terbuat dari besi kuat. Memasukkan bahan ke dalam corong dengan memperhatikan kemampuan corong dalam menampung. Bahan yang sudah terpotong akan mengalir jatuh  lewat saluran bagian bawah. Besar kecilnya hasil potongan tergantung saringan.  Selanjutnya bahan yang sudah terpotong-potong itu dibawa untuk dimasukkan ke bak untuk menjalani proses pengomposan.
 
 
 
 
Dimensi mesin perajang sampah organik sebagai berikut :

Dimensi

1500 X 1900 X 1600

Bahan

Besi St 37 tebal 20 mm

Sistem

Rotasi Pisau (pemotongan)

Jumlah Pisau  

Rotor  : 4 bh

Stator : 6 bh

Penggerak

Motor diesel  24 PK

Bahan Bakar

Minyak nabati/minyak solar

Kapasitas

650 Kg/jam

 
Cara menghidupan mesin dengan menghidupkan dieselnya. Handle  diesel diputar sampai  hidup dan tunggu beberapa saat sampai mesin agak panas. Setelah itu masukkan bahan atau sampah organik yang akan dipotong atau dirajang.
 
sarSebagaimana mesin-mesin yang lain, penggunaan yang terus-menerus dapat menyebabkan munculnya problem dari mesin itu sendiri. Mesin penghancur bahan organik ini meskipun digunakan terus-menerus namun tidak berisiko mengalami problem berat. Gangguan yang biasa muncul hanya pada pisau. Karena fungsi pisau pada mesin ini adalah memotong maka secara berkala perlu dilakukan pengasahan terhadap pisau.
 
Cara melakukan pengasahan pisau dengan membuka baut pada mesin tersebut yang mengikat pisau. Setelah itu lepaskan pisau dan dipertajam kembali dengan gerenda. Setelah pisau menjadi tajam,  kembali dipasang  sesuai dengan kedudukannya. Antara pisau rotor dan stator penempatannya diatur agar terdapat kerenggangan untuk menghindari benturan.
 
Melalui pemotongan  kecil-kecil atau perajangan bahan organik itu proses pembuatan kompos mudah dilakukan. Perajangan tidak sulit dilakukan dengan bantuan mesin perajang. Hasil perajangan juga mudah ditempatkan dalam bak-bak. Dengan demikian proses pembuatan kompos lebih mudah dan cepat.

 

mesin_perajang2

 

 



Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design