Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
LPTP ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » MEMBANGUN RUMAH TANGGA BIOGAS

MEMBANGUN RUMAH TANGGA BIOGAS
 
Posted : Tue, 15 December 2009 - 10:44 (17921 views)

MEMBANGUN RUMAH TANGGA BIOGAS
LPTP bekerja sama dengan Hivos membangun instalasi biogas di Kabupaten Boyolali. Boyolali selama ini dikenal sebagai wilayah peternakan sapi yang produktif. Warga masyarakat yang memiliki ternak sapi diberi  kesempatan untuk memproses limbah sapinya  menjadi gas bio.  Energi  ini  dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan diantaranya untuk memasak dan penerangan. Dengan demikian dapat menghemat anggaran belanja rumah tangganya.
 
Energi semakin lama  semakin mahal  harganya sementara kebutuhan masyarakat akan energi dirasakan semakin meningkat setiap saat. Kebutuhan masyarakat akan energi ini semakin lama dirasakan sama pentingnya dengan kebutuhan pangan. Masyarakat selama ini terbiasa menggunakan energi fosil dan membuatnya tergantung pada sumber energi itu. Saat sumber energi fosil semakin mahal harganya beban ekonomi masyarakat semakin berat.
 
Sumber energi non fosil sebenarnya melimpah di sekitar masyarakat. Sumber energi ini terbarukan namun belum dimanfaatkan optimal oleh masyarakat. Pengembangan sumber energi ini sebenarnya menguntungkan masyarakat. Masyarakat dapat memperoleh sumber energi yang murah yang tidak merusak lingkungan. Salah satu sumber energi itu adalah biogas.
 
bio1Manfaat yang dapat diambil dari biogas sebenarnya banyak. Dari sisi lingkungan biogas  dapat mengurangi risiko pencemaran karena mengurangi penggunaan energi fosil. Sedang dari sisi ekonomis, adanya biogas menjadikan tersedianya sumber energi yang dapat mengurangi biaya energi sehari-hari. Biogas dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan penerangan (lampu sejenis strongking), bahan bakar kompor untuk keperluan memasak dan lain-lainnya.
 
Sebenarnya biogas telah cukup lama dikenal di Indonesia. Sejak tahun 1970-an masyarakat Indonesia telah   mengenal biogas. Meskipun demikian sosialisasi dan demonstrasi dari biogas ini masih perlu terus dilakukan di berbagai wilayah Indonesia agar masyarakat semakin mengenal dan memiliki ketertarikan terhadap biogas. Ini mengingat perkembangan biogas di Indonesia lebih lambat di banding negara lain di Asia atau Afrika. Ketersediaan kayu bakar dan sumber energi fosil yang melimpah pada masa dulu membuat lambatnya perkembangan biogas di Indonesia.
 
Pada beberapa negara di Asia dan Afrika, biogas telah populer  memberi manfaat signifikan kepada masyarakat. Biogas ini mampu menjadi sumber energi yang dibutuhkan masyarakat. Di benua Asia dan Afrika penggunaan biogas juga dapat mengurangi penggunaan kayu bakar yang berarti memberikan kontribusi pelestarian hutan.
 
Biogas dapat menghemat pemakaian kayu bakar bahkan menghilangkan kebiasaan pemakaian kayu bakar. Dengan demikian dapat mengurangi risiko perusakan hutan. Penggunaan biogas juga dapat mengurangi dampak emisi gas rumah kaca  melalui  pengurangan perusakan hutan dan konservasi methan dalam CO2.
 
bio2Dalam pembangunan biogas ini, LPTP menugaskan 2 orang supervisor yang mengawasi pembangunan reaktor biogas. Sebelum menjalankan tugasnya, supervisor telah mendapat training dari Hivos. Pengawasan ini dimaksudkan agar reaktor yang dibangun sesuai dengan rancangan yang disetujui dan kinerja raktor memuaskan.
 
Kerjasama LPTP  dan Hivos dalam pembangunan biogas ini dituangkan dalam Perjanjian Kesepakatan tanggal 1 November 2009. Perjanjian itu berhubungan dengan program biogas di Indonesia. LPTP  telah dpilih oeh Hivos untuk melaksanakan sebagian dari program itu di wilayah yang disepakati bersama. Reaktor biogas yang dibangun berukuran  4 M3, 6 M3, 8 M3, 10 M3 dan 12 M3. Masyarakat yang memiliki minat terhadap biogas dapat memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
 
Biogas yang dibangun  dikhususkan bagi rumah tangga yang memiliki ternak sapi. Setiap rumah tangga harus dapat menyediakan sedikitnya 30 Kg kotoran sapi. Kotoran sapi ini sebagai sumber yang akan diubah menjadi gas. Jumlah kotoran sebanyak itu setidaknya harus disediakan oleh 3 ekor sapi. Jadi masing-masing rumah tangga paling sedikit harus memiliki 3 ekor sapi.
 
Gas yang dihasilkan dari reaktor biogas ini selanjutnya akan digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Gas ini dapat digunakan untuk keperluan memasak atau menghidupkan sarana penerangan di dalam rumah. Dengan demikian dapat menghemat anggaran belanja masyarakat untuk pembelian gas atau minyak.
 
Reaktor biogas disyaratkan untuk dibangun pada lokasi yang tepat. Lokasi reaktor tidak berada pada daerah yang mudah tergenang air namun juga tidak jauh dari kandang ternak. Pemilihan lokasi ini diserahkan kepada rumah tangga yang berminat memiliki biogas. Lazimnya rumah tangga memilih lokasi reaktor biogasnya di dekat kandang ternaknya. Ini untuk memudahkan dalam pemindahan kotoran ternak ke dalam reaktor biogas.
 
Warga masyarakat yang berminat memiliki reaktor biogas mendapat subsidi dalam pembangunan instalasi biogas itu. Setiap rumah tangga yang membangun instalasi biogas mendapat subsidi dari Hivos. Rumah tangga itu menanggung biaya selebihnya. Pemberian subsidi ini dimaksudkan untuk meringankan biaya pembangunan reaktor biogas yang harus ditanggung oleh peternak sapi.
 
bio3Pada tahap awal ini pembangunan biogas dilakukan di desa Mojosongo Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Terdapat 10 keluarga pada tahap awal ini yang sudah menyiapkan diri untuk membangun biogas. Mereka adalah Pak Sentosa, Bu Sutimin, Eko Margono, Ngadino, Ibrohim, Kaharyanto, Triharyanto, Parno dan Ngabas. Lainnya dalam waktu dekat akan menyusul. Sebagian besar biogas itu juga sudah mendekati finishing, bahkan ada yang sudah jadi. Rata-rata biogas yang dibangun volumenya 6 M3.  Mereka nanti akan mendapat sumber energi yang melimpah dari biogasnya.
 
Dengan membangun biogas sendiri maka akan terjadi  penghematan anggaran belanja untuk energi. Rumah tanga biogas itu dapat mandiri memenuhi kebutuhannya akan energi. Selain itu rumah tangga biogas akan memiliki kecakapan dalam mengelola sumber energi yang dimilikinya. Tujuan itulah yang hendak dicapai dari kerjasama LPTP dan Hivos ini.
 
***


Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design