Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
LPTP ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » Komunitas

Komunitas
 
Posted : Tue, 07 July 2009 - 06:02 (17838 views)

Komunitas

KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR

Hasil dari pelatihan selama 3 hari pembuatan film documenter bagi pelajar yang diselenggerakan Adiyasa Susdec kemarin salah satunya adalah pembentukan komunitas film documenter bagi para pelajar.  Klik documentery, demikian wadah itu disepakati untuk dibentuk pasca pelatihan itu. Klik documentery ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pelajar yang punya minat dan kegemaran di bidang film documenter dalam menjalin komunikasi, mengembangkan ide dan kreativitas serta berinteraksi dengan pelajar lain yang punya minat sama.

Selama tiga hari pada akhir Juni lalu para pelajar dari berbagai sekolah lanjutan atas  mengikuti training baik teori maupun praktek hal-hal yang menyangkut produksi film dokumentasi. Selama waktu itu dari pagi hingga sore dengan tekun para pelajar yang memiliki minat dan kegemaran di bidang film itu belajar bersama dari proses penyusunan scenario, teknik pengambilan gambar dan editing film documenter.

Kegiatan ini sebenarnya dimaksudkan untuk  mengisi liburan sekolah siswa SMA dengan kegiatan yang positif. Antusiasme pelajar dalam mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Sebanyak 22 siswa yang berasal dari berbagai sekolah di eks Karesidenan Surakarta tertarik mengikuti kegiatan ini. Peserta yang dijaring untuk mengikuti pelatihan ini memang dibatasi agar pelatihan berjalan lebih efektif.

Pelajar-pelajar yang mengikuti pelatihan film documenter itu berasal dari sekolah :

  • SMKN 9 Surakarta
  • SMA Regina Pacis Surakarta
  • SMA MTA Surakarta
  • SMK Wikarya Karanganyar
  • SMKN 1 Karanganyar
  • MA TIQ Karanganyar
  • SMAN 1 Klaten
  • SMAN 1 Sragen
  • SMAN 2 Wonogiri
  • SMAN 3 Wonogiri

PT Adiyasa Susdec yang memiliki divisi media memang sengaja memanfaatkan waktu liburan sekolah ini dengan menyelenggarakan training media film bagi pelajar sekolah. Dengan demikian mereka bisa mengisi waktu liburannya dengan kegiatan yang bermanfaat. Setelah mengikuti training ini diharapkan para pelajar  memahami teknik membuat film dan tidak sekedar merekam sebagaimana yang banyak dilakukan oleh banyak orang selama ini. Mereka diharapkan bisa membuat film documenter yang lebih terencana, terstruktur dan sistematis.

Film documenter selama ini dianggap kuno namun sebenarnya film documenter ini akrab di lingkungan masyarakat kita. Obyek yang didokumentasikan bisa beragam. Berbagai hal dalam kehidupan social, politik, ekonomi, cultural, fisika, biologi, lingkungan dan lain-lain dapat dijadikan tema film documenter. Tinggal bagaimana mengemas sesuatu yang akan dijadikan document hingga menarik dan tidak menjemukan itu yang diperlukan.

Kalau selama ini kebanyakan orang dalam membuat film documenter banyak yang asal-asalan, dalam pelatihan itu dikenalkan teknik pembuatan film documenter yang sistematis dan terencana. Fasilitator pelatihan yang terdiri dari Cahyo, Ahmad dan Ning secara bergantian memaparkan film documenter dari sisi history, teknik penulisan naskah/scenario dan riset visual. Materi-materi yang disampaikan memberikan pencerahan pada pelajar tentang  bagaimana langkah-langkah pembuatan film dokumenter.

Sebelumnya pada peserta juga dijelaskan tentang perbedaan film documenter dengan film pada umumnya dan tahapan pembuatan film mulai dari konseptualisasi, pra produksi, produksi dan pasca produksi. Peserta kemudian  diajak untuk membuat naskah film yang sederhana. Bagaimana menggali ide, mematangkan ide   dan mengembangkannya menjadi sebuah cerita yang menarik yang bisa divisualkan dalam sebuah film menjadi kajian utama pada hari pertama pelatihan.

Pada hari kedua, setelah dianggap memahami teknik-teknik dasar pembuatan film documenter,  peserta diajak untuk mengenal kamera dan handycam. Pengetahuan teknik dasar pengoperasian kamera video disampaikan pada hari kedua ini. Beragam jenis kamera sekarang beredar di masyarakat dengan berbagai merk dan keunggulan serta kelemahannya, namun prinsip pengoperasian dari kamera-kamera itu sama. Teknik pengoperasian kamera ini penting kamera menyangkut ketepatan pengambilan obyek gambar.

Setelah itu peserta kemudian melakukan praktek langsung. Praktek dilakukan di seputar halaman kompleks Adiyasa LPTP. Peserta yang sebagian besar membawa handycam sendiri segera melakukan shoot-shoot terhadap obyek yang dianggap menarik. Karena pembuatan film merupakan hasil kerja team maka mereka yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil itu melakukan diskusi sebelum dan sewaktu  pengambilan gambar. Pada sesi ini peserta diberi kebebasan bereskpresi merekam obyek-obyek yang dianggap menarik.

Pada hari ketiga dilakukan evaluasi dari pengambilan gambar yang telah dilakukan. Masing-masing kelompok menampilkan shoot yang telah dilakukan dan ditonton bersama. Selanjutnya dikritisi bersama dan mendapat input baik dari fasilitator maupun dari peserta sendiri hal-hal apa yang perlu diperbaiki. Kendala dalam pengambilan gambar juga disampaikan oleh peserta dan didiskusikan bersama cara mengatasinya. Fasilitator juga menyampaikan trik-trik kameraman saat pengambilan gambar  dalam berbagai situasi agar  lebih bagus  dalam pengambilan gambar.

Materi terakhir yang disampaikan pada hari ketiga adalah editing. Editing merupakan bagian penting dalam proses produksi film. Proses editing cukup rumit serta perlu proses waktu untuk mencapai output yang baik. Dari mulai digitalizing/capturing, editing offline, editing on line dan rendering dipelajari oleh peserta dalam sesi ini. Banyak sekali software editing film sekarang ini seperti adobe primier, primier pro, studio 9, window make movie, nero dan lain-lain. Semua software itu memudahkan dalam melakukan editing film. Meskipun tersedia beragam software editing yang bisa membuat film enak dilihat dan didengar, namun sumber gambar tetap memiliki peran yang besar. Sumber gambar yang bagus akan mensupport ouput film yang bagus juga. Sebaliknya sumber gambar yang tidak baik akan menghasilkan film yang tidak nyaman ditonton. 

Minat pelajar terhadap media film documenter ternyata cukup besar. Apalagi rata-rata mereka memiliki handycam sendiri. Pasca pelatihan ini mereka berkeinginan membuat film documenter dengan tema yang berbeda-beda. PT Adiyasa Susdec pun dengan senang hati memberikan asistensi pada peserta saat pembuatan film hingga  film documenter mereka selesai.

Pemuda-pemuda belia itu juga sepakat membentuk komunitas film documenter pelajar sekolah lanjutan atas yang diberi nama Klik Documentary. KLiK Documentary ini diharapkan menjadi media komunikasi pelajar dalam  mengembangkan ide dan kreativitasnya di bidang film documenter. Klik Documentery juga dimaksudkan agar di antara mereka bisa lebih berinteraksi dengan pelajar dari sekolah lain yang punya minat dan kegemaran yang sama.

 ......lihat juga foto kegiatan di gallery foto.......



Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design