Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
LPTP ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » Memoriam

Memoriam
 
Posted : Fri, 03 July 2009 - 11:40 (16361 views)

Memoriam

IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  LPTP

Salah satu founder father LPTP telah berpulang ke Rahmattullah. Ir. HM Marsoedi  Sudjak sosok yang berperan penting ketika LPTP didirikan pada tahun 1978 yang lalu telah tiada. Hari Sabtu tanggal 27 Juni 2009 yang lalu, Allah telah memanggil Ir. HM Marsoedi Sudjak. Kepergiannya tentu mengejutkan kawan-kawannya baik yang ada di Solo maupun Jakarta. Meskipun beberapa waktu lalu dikhabarkan  menderita sakit namun banyak yang tidak menyangka kepergian almarhum secepat itu.

Saat Yayasan LPTP menyelenggarakan Rapat Kerja Dewan Pembina pada tanggal 21 Juni 2009, Ir HM Marsoedi Sudjak sebenarnya ingin hadir, namun istrinya tidak mengizinkan karena yang bersangkutan sakit. Tidak berselang lama Ir. Marsoedi Sudjak masuk rumah sakit dan seminggu setelah rapat Dewan Pembina YLPTP beliau berpulang ke Rahmattullah.

Gejala sakit sebenarnya sudah dirasakan cukup lama namun karena  almarhum termasuk pekerja keras maka sering tidak dirasakan. Saat Rayaslub yang diselenggarakan YLPTP bulan Maret lalu meskipun tidak begitu fresh kondisinya almarhum tetap hadir. Kehadirannya bukan sia-sia karena yang bersangkutan bersama anggota komisi I yang lain mampu menyelesaikan pekerjaannya merumuskan visi misi Yayasan LPTP sesuai dengan perubahan yang dialami lembaga ini. Dari workshop reorientasi sampai Rayaslub LPTP dengan tekun diikuti almarhum waktu itu sampai purna.

Hasil dari Rayaslub itu juga menempatkan Ir. Marsoedi Sudjak sebagai salah satu anggota Dewan Pembina YLPTP. Sebagai anggota Dewan Pembina kehadhirannya sebenarnya ditunggu dalam Rapat Dewan Pembina yang diselenggarakan tanggal 21 Juni 2009 yang agenda utamanya pengukuhan pemangku structural dan pengesahan program kerja YLPTP. Ir. Marsoedi Sudjak  bersama anggota Dewan Pembina lain yang diketuai Ir. Akbar Tandjung diharapkan kehadhirannya, namun karena kondisi kesehatannya yang tidak fresh itu membuatnya tidak bisa hadhir.

Setiap kegiatan yang diselenggarakan YLPTP almarhum selalu hadir. Dari Rapat Yayasan pertama hingga ke 9 yang merupakan rapat yayasan terakhir,  Pak Marsoedi begitu biasa dipanggil,  selalu menyempatkan hadir. Rapat Yayasan LPTP yang sering diselenggarakan di Solo selalu menarik perhatiannya. Selain ingin tahu perkembangan dari lembaga yang pernah didirikan dan dipimpinnya itu, saat rapat yayasan  juga menjadi sarana bertemu dan bersilaturohmi dengan kawan-kawan lamanya yang juga menaruh perhatian terhadap YLPTP. Jadinya ia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk hadir.

Almarhum yang pernah berdomisili di Solo jelas memiliki kenangan tersendiri saat ada acara di Solo. Tidak heran jika ia selalu menyempatkan diri untuk selalu hadir sambil menengok rumahnya yang  ada  di daerah Gading Solo. Kadang saat di Solo ia sendiri namun lebih sering bersama dengan istrinya. Di sini ia dapat mengenang sejenak masa kecil dan remajanya di tengah kesibukan pekerjaannya.

Sebagai salah seorang pendiri YLPTP Ir. Marsoedi Sudjak  memang memiliki perhatian yang besar terhadap lembaga ini. 30 tahun YLPTP tak lepas dari perhatiannya. Ia merupakan pengawal yang baik dari eksistensi lembaga LPTP. Tidak aneh jika ada sesuatu yang penting dan strategis almarhum selalu diajak berdiskusi pegiat LPTP.  Almarhum pun  selalu berusaha mensupport setiap kegiatan yang dapat meningkatkan kemajuan LPTP.

Ir. Bambang Agusssalam dan Drs. Muzayien Abdulwahab dua pendiri LPTP yang lain tentu tidak bisa melupakan saat  sholat Idul Qurban yang  terinspirasi oleh  khutbah yang  mengutip surat Ali Imran ayat 110 dan surat  Hud ayat 61. Khutbah itu  mendorongnya untuk membentuk sebuah tempat berorganisasi yang diharapkan dapat berkarya melakukan kerja sosial mencapai kemakmuran bersama di dunia. Keduanya lalu berkunjung ke rumah  Ir.  Marsoedi Sudjak di Jakarta dan melakukan diskusi-diskusi awal untuk merealisasikan. Keduanya berkali-kali berkunjung ke kediaman almahum untuk  mematangkan rencana membentuk sebuah wadah organisasi. Almarhum yang saat itu baru bekerja di Jakarta berusaha membantu semaksimal mungkin. Akhirnya setelah melalui berbagai proses diskusi cukup panjang pada tanggal 10 November 1978 dideklarasikan LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan) yang pada masa itu beralamat di Jalan Radio Dalam Gang Haji Zain Jakarta Selatan.

Meskipun belum memiliki struktur yang rapi karena masih mencari format organisasi yang tegas, namun telah dapat menyusun pengurus pada pereode awalnya.  Pengelola LPTP pada pereode awal itu adalah:

  • Direktur : Marsoedi Sudjak
  • Sekretaris Muzain Abdulwahab
  • Biro teknik & penelitian : Bambang Agussalam

Organisasi baru itu segera melakukan sosialisasi agar diketahui masyarakat luas. Pengelola juga membuat jadwal bertemu dengan beberapa tokoh di antaranya adalah bertemu dengan Dawam Raharjo (LP3ES) dan mendapat dukungan penuh.

Pada tahap awalnya kegiatan yang diselenggarakan organisasi ini masih sederhana seperti :

  • Melakukan diskusi dan studi tentang model-model pembangunan.
  • Berusaha menjalin komunikasi intensif  dengan negara-negara donor dan lembaga sejenis di Eropa & AS.
  • Menyelenggarakan  seminar-seminar TTG.
  • Melakukan terjemahan-terjemahan buku TTG.
  • Melakukan uji coba TTG.
  • Menerbitkan  bulletin, leaflet, brosur.

Meskipun sibuk sebagai konsultan namun  pada waktu dulu Ir. HM  Marsoedi Sudjak menyempatkan diri untuk mengurusi LPTP. Bahkan ketika  tanggal 12 Maret 1980  LPTP pindah berdomisili di Surakarta dan formatnya menjadi Yayasan LPTP, Ir Marsoedi Sudjak tetap mengurus LPTP dan menjadi ketua Yayasan LPTP selama 2 pereode yakni dari tahun 1980-1983 dan 1984-1988. Selama pereode itu Ir Marsoedi Sudjak didampingi  sekretaris Muzain Abdulwahab. Baru tahun 1989 posisinya sebagai ketua Yayasan LPTP digantikan oleh Dawam Rahardjo yang juga figur yang memperkokoh LPTP di kalangan NGO.

Tahun demi tahun berganti dan lembaga yang dulu dibidani almarhum dan masih sederhana menjadi solid dan mapan  serta mampu memberi kontribusi yang berarti bagi masyarakat Indonesia. Mitra-mitra binaanya tersebar luas tidak hanya sebatas di Jawa Tengah namun di berbagai wilayah lain Indonesia. Sekarang LPTP bahkan menjadi tempat rujukan dan tempat magang bagi banyak aktivis NGO di Indonesia.

Meskipun tidak banyak bicara sesuai karakternya yang agak pendiam namun pendapat dan gagasannya selalu menjadi bahan diskusi menarik aktivis di lingkungan YLPTP. Begitu pula saat tidak menjabat sebagai ketua Yayasan LPTP yang bersangkutan selalu mengikuti perkembangan LPTP meskipun berdomisili di Jakarta dan sibuk dengan pekerjaannya sebagai konsultan.

Alumni Teknik Sipil UGM ini selepas studi memang berangkat ke Jakarta menjadi konsultan di berbagai lembaga yang di antaranya Bank Dunia, UNICEF dan beberapa lembaga lain. Bapak berputera 3 ini terbiasa disiplin dan rapi. Sosoknya kadang membuat segan dan takut pegiat LPTP terutama yang yunior, namun ia selalu bersikap ramah dan tidak pernah memperlihatkan ketidaksukaan dan kekasaran kepada sesamanya. Karakter Jawanya yang kuat memancarkan sosok yang santun, lemah lembut namun memiliki pendirian tegas.

Selamat jalan Ir. HM Marsoedi Sudjak………………………….

 



Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design