Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
LPTP ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » Magang NGO Sulsel

Magang NGO Sulsel
 
Posted : Wed, 01 July 2009 - 12:19 (17805 views)

Magang NGO Sulsel

NGO SULSEL MAGANG DI LPTP
Magang merupakan suatu kegiatan yang terencana dan terstruktur dengan tujuan menguasai atau  memahami sesuatu. Dengan magang  seseorang akan memperoleh pengetahuan praktis dan pengalaman dalam menghadapi masalah-masalah secara realistis, menyadari dan memahami kompleksitas obyek pekerjaan  serta mempelajari cara pemecahan masalah secara teoritis dan praktis.

Yayasan LPTP  selama ini menjadi tujuan tempat magang dari berbagai lembaga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan pengalaman selama 30 tahun dan mitra kerjanya yang luas maka Yayasan LPTP sering menjadi pusat pembelajaran bagi aktivis NGO  dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari masalah pemberdayaan masyarakat, pertanian, energi, lingkungan, riset, training dan pendidikan banyak yang belajar ke LPTP. Aktivis LPTP yang rata-rata memiliki jam kerja 10 tahun ke atas telah melalui tahapan perjalanan panjang yang kaya dengan pengalaman.

Baru-baru ini selama 2 minggu, 6 orang dari NGO Payo-payo Sulawesi Selatan magang di Yayasan LPTP. YLPTP menugaskan Adiyasa Susdec untuk memberi dampingan pada peserta magang dari Sulawesi Selatan itu. Fokus dari magang ini pada pertanian berkelanjutan, namun selama magang juga melihat, mempelajari dan berdiskusi hal-hal yang menyangkut teknologi, pengorganisasian dan pembelajaran petani.

Kegiatan magang diawali dengan pembuatan bersama-sama kontrak belajar antara peserta magang dengan fasilitator yang ditugaskan oleh YLPTP. Pada hari pertama itu lebih banyak dilakukan diskusi dan saling pengenalan peserta dengan fasilitator di Kampus Adiyasa Susdec LPTP. PT Adiyasa Susdec yang ditugasi mengerahkan seluruh personilnya untuk mensupport kegiatan magang itu.

Pada hari berikutnya melakukan perjalanan ke lapangan sekaligus mengenal biogas. LPTP yang selama ini juga dikenal sebagai pengembang biogas lewat PT Dewats mengajak peserta magang melihat dan mempelajari fungsi dari biogas. Biogas sebagai sumber energi alternatif menguntungkan petani, peternak dan pengrajin di berbagai tempat. Fungsinya tidak hanya sekedar menyelesaikan beberapa permasalahan limbah yang mengancam lingkungan namun juga sebagai sumber energi alternatif seperti penerangan dan untuk memasak.

Sebelum masuk pada materi pangan dan pertanian berkelanjutan, para peserta magang  belajar mengenai pengembangan pupuk organic dan cair. Pupuk sebagai bagian tak terpisahkan dari kegiatan pertanian penting dipahami baik dari segi pembuatan maupun penggunaannya. Pengembangan pupuk organik  dan cair yang bahannya melimpah di sekitar kita penting dipahami untuk mensukseskan kegiatan pertanian.

Magang yang  lebih banyak dilakukan di lapangan ini selanjutnya memasuki fase pangan dan pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan memang menjadi fokus magang ini.  LPTP yang sejak lama dikenal memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pangan dan pertanian berkelanjutan memiliki mitra binaan di berbagai tempat yang dapat menjadi tempat studi dan praktek langsung lapangan. Khusus untuk kegiatan magang tentang pangan dan pertanian berkelanjutan dari Sulsel ini dilakukan di Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali. Di sinilah sebagian besar waktu magang  dilakukan di tempat mitra binaan LPTP sejak dulu.

Selain itu peserta magang juga belajar mengenai metodologi pembelajaran teknis , baik mengenai observasi, analisis dan agroekosistem dan lain-lainnya. Peserta magang juga belajar cara melakukan penangkaran benih padi. Fasilitator pertanian senior Yayasan LPTP,  Zamzaini juga mengenalkan  SRI pada pemuda Sulsel yang sedang belajar di Jawa itu.

Dalam hal yang menyangkut pembelajaran petani, peserta magang  belajar mengenai media pembelajaran petani dan manajemen usaha pertanian dan pekarangan. Media pembelajaran petani yang dipilih adalah media yang memudahkan petani dalam belajar. Sedangkan pengelolaan lahan pertanian dan pekarangan dimaksudkan untuk lebih meningkatkan produktivitas pertanian pada lahan yang dimiliki.

Pada  minggu pertama magangnya NGO Payo-payo  Sulsel itu dikenalkan dengan TTG (Teknologi Tepat Guna). YLPTP yang sejak lama menekuni teknologi pedesaan mengenalkan cara penggunaan tungku hemat energi, kompor biji jarak dan juga pembuatan sabun mandi. Masyarakat pedesaan yang sumber energinya kebanyakan masih menggunakan minyak tanah yang harganya semakin mahal perlu dikenalkan dengan sumber energi lain yang sebenarnya melimpah di sekitarnya seperti biji jarak yang bisa dimanfaatkan untuk memasak. Diharapkan setelah mengenal itu, aktivis NGO ini dapat memotivasi  masyarakat di daerahnya menggunakan tungku hemat energi dan kompor biji jarak untuk membantu masyarakat yang kesulitan minyak tanah.

Sekolah lapangan merupakan sebuah upaya penambahan pengetahuan dan kemampuan petani dalam menjalankan pekerjaannya. Fasilitator Sri Wahyuning memberikan penjelasan tentang teknik dan tata cara penyelenggaraan sekolah lapangan. Begitu pula mengenai tata cara penyusunan kurikulum dan jadwal satu musim sekolah lapangan dijelaskan dengan rinci oleh fasilitator.

Pada akhir minggu pertama untuk menghindari kejenuhan dilakukan refreshing dengan mengajak peserta magang ke sentra kerajinan bambu di Yogyakarta. Kunjungan ke sentra kerajinan bambu itu diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai manfaat yang bisa dipetik dari bambu dan beragam hasil kerajinan bambu yang digemari banyak anggota masyarakat. Selesai dari sentra kerajinan bambu dilanjutkan ke Sangiran mengunjungi desa binaan PT Adiyasa Susdec.   Di desa itu bisa melihat dan berkomunikasi dengan masyarakat desa yang selama ini menjadi mitra dampingan pada beberapa program Adiyasa Susdec.

Sama seperti minggu pertama yang padat kegiatan, pada minggu kedua juga diisi dengan beragam kegiatan yang tujuannya untuk menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuan peserta magang. Kegiatan diawali dengan mengenal penelitian sederhana terhadap suatu program. Hasil dari riset itu digunakan untuk berbagai keperluan. Riset meskipun sederhana namun sangat penting dalam pengambilan keputusan atau digunakan untuk penyusunan program kerja.

Setelah itu peserta magang diajak untuk mengenal organisasi petani IPB dan HTNM. Pengenalan itu untuk lebih mengenalkan pentingnya organisasi di tingkat petani dan juga agar peserta memahami tentang pengelolaan organisasi di lingkungan petani.

Untuk lebih meningkatkan pengetahuan peserta magang selain kegiatan lapangan juga diselenggarakan diskusi dengan beragam tema. Rahadi, direktur PT Adiyasa Susdec menyampaikan metodologi pembelajaran non teknis dan juga teknik menyusun laporan. Fasilitator Sri Wahyuning menyampaikan teknik merancang field day dan Zamzaini menjelaskan konsep monitoring dan evaluasi. Kemudian menjelang akhir kegiatan magang dilakukan evaluasi, rekomensasi dan rencana aksi.

Kegiatan magang selama 2 minggu itu diharapkan memberi manfaat yang positip bagi para peserta magang dari Payo-payo Sulsel ini. Di harapkan peserta semakin memahami pola kerja dalam memfasilitasi pertanian di daerah asalnya dan mampu melakukan transformasi pertanian yang lebih baik pada  masyarakat petani di Sulsel.

 magang_sulsel4magang_sulsel3

 



Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design