Posted : Wed, 01 July 2009 - 18:54 (1235 views)
MAGANG ENERGI DAN PERTANIAN ORGANIC DARI ACEH
Belajar tidak mengenal jarak dan waktu. Pemuda dari Aceh jauh-jauh datang ke Solo untuk keperluan magang di LPTP. Yayasan Pembangunan Berkelanjutan-LEAD Indonesia meminta LPTP memfasilitasi magang bagi pemuda dari NAD itu. Tujuan dari magang tersebut adalah untuk membangun kapasitas pemimpin muda supaya lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan peluang pembangunan berkelanjutan. Sedang bentuk kegiatan magang yang dilakukan di antaranya adalah diskusi, kegiatan lapangan, konsultasi dan evaluasi.
Magang dilakukan selama 2 minggu di LPTP dan secara khusus mempelajari energi terbarukan dan pertanian organic di LPTP. Dari biofuel sampai pertanian berkelanjutan dipelajari di LPTP. Diharapkan melalui magang di lembaga yang berpengalaman, peserta memperoleh informasi mendalam dan pengalaman. Peserta magang belajar dari para praktisi secara langsung serta melakukan kerja nyata sehingga memperoleh pengalaman realistik.
Mukhtar Gamcut peserta magang dari Pidie NAD ini secara khusus mempelajari biofuel, biogas dan pertanian organic. Bertindak sebagai fasilitator dalam program magang ini Sumino dibantu oleh Lilik, Bejo dan Sabhikis.
Pada biofuel peserta mempelajari bioethanol. Secara khusus dipelajari proses dan kapasitas produksi, kadar alkohol, pemasaran dan lain-lainnya yang berhubungan dengan ethanol. Peserta magang di ajak ke wilayah Bekonang di Solo yang kegiatan industrinya banyak berhubungan dengan ethanol. Masih berhubungan dengan energi, mereka juga belajar tentang biodiesel baik yang menyangkut filosofi dan teori, pengepresan, proses transekterifikasi serta aplikasi biodiesel. Dengan begitu mereka bisa memahami dengan baik proses kerja biodiesel.
Peserta magang dari Aceh ini juga diajak ke lapangan untuk mengenal dan memahami proses energi yang bersumber dari gas bio. Biogas dikenal sebagai sumber energi alternative yang menguntungkan tidak hanya peternak namun juga pengrajin dan petani. Peternak selain memperoleh keuntungan dari kegiatan peternakannya juga memiliki sumber energi yang dapat digunakan untuk penerangan dan juga memasak. Pengelolaan biogas yang tepat akan memberi keuntungan yang lebih maksimal lagi. Untuk itu peserta magang juga dikenalkan dengan teknik pengelolaan biogas. Selain teori mereka juga langsung praktek bagaimana memanfaatkan sumber energi yang asalnya dari biogas ini.
Sumber energi lain yang juga dipelajari adalah energi yang berasal dari biji jarak. Biji jarak selama ini terabaikan. Tumbuhan ini sebenarnya mudah dijumpai di daerah mana pun. Biji-bijinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan energi. Lewat kompor yang dimodifikasi sedemikian rupa, biji jarak yang telah kering dapat dimanfaatkan untuk keperluan memasak. Dengan demikian menghindari ketergantungan pada minyak tanah.
Selain masalah energi, magang juga dilakukan di bidang pertanian organic. Sekolah lapang sebagai bagian dari proses pembelajaran pertanian dikenalkan. Peserta belajar secara langsung proses mengelola sekolah lapang, konsep kurikulum dan teknik pembelajarannya. Demikian pula dengan budidaya padi secara SRI. Di sini peserta magang juga mempelajari pupuk organic dan hama penyakit secara mendalam.
Pada akhir magang peserta magang diajak melakukan diskusi penajaman materi dan melakukan evaluasi dari kegiatan magangnya. Selain itu peserta juga diajak diskusi mengenai rencana tindak lanjut dari kegiatan magangnya selama 2 minggu di LPTP.
|