Posted : Wed, 01 July 2009 - 18:38 (973 views)
TMD BELAJAR PUPUK DAN ENERGI
Untuk memudahkan dalam menjalankan tugasnya membantu masyarakat di desa, personil Kodim Karanganyar belajar teknik pembuatan pupuk kompos dan energi terbarukan. Sekitar 40 personil Kodim yang terdiri dari Danramil, Babinsa dan petugas lain dalam satu hari secara khusus belajar di LPTP hal-hal yang nantinya dapat diteruskan pada masyarakat desa terutama dalam program TMD (Tentara Masuk Desa).
Fasilitator dari Adiyasa Susdec mendampingi kegiatan tersebut. Di kampus LPTP Adiyasa, selain melakukan praktek langsung teknik pembuatan pupuk sederhana juga mempelajari sumber-sumber energi terbarukan yang banyak tersebar di masyarakat. Salah satunya adalah energi yang bersumber dari biji jarak. Biji jarak selama ini dikenal melimpah di masyarakat dan belum dimanfaatkan secara optimal. Pada pekarangan masyarakat terutama di pedesaan mudah dijumpai tanaman jarak yang bijianya dapat menjadi sumber energi.
Proses pembelajaran diawali dengan pemaparan teoritis ringkas di ruang sidang YLPTP oleh fasilitator Sumino, Eko Istianto, Imam Syarifudin dan Lilik Kuswinantya. Pada sesi ini dikenalkan jenis-jenis pupuk dan sumber-sumber pupuk yang melimpah di sekitar masyarakat yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk organik. Juga dipaparkan sumber-sumber energi terbarukan yang banyak dijumpai di daerah pedesaan namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Selesai pemaparan yang bersifat teoritis oleh para fasilitator para peserta belajar dari Kodim Karanganyar melakukan praktikum langsung di halaman Adiyasa. Untuk yang menyangkut pupuk praktikum difasilitasi oleh Eko Istianto dan untuk energi terbarukan difasilitasi oleh Imam Syarifudin dan Lilik Kuswinantya. Peserta kursus singkat ketrampilan energi dan pupuk itu secara antusias mengikuti proses demo dan mencoba sendiri teknik pembuatan pupuk kompos secara ringkas dan pemanfaatan biji jarak sebagai bahan bakar, penggunaan briket dan pengenalan biogas.
Peserta dikenalkan dan mencoba sendiri kompor yang bisa memproses biji jarak menjadi sumber energi. Format kompor hampir sama dengan kompor yang biasa ditemui para peserta selama ini (kompor minyak tanah). Namun kompor yang dikembangkan oleh Adiyasa Susdec ini sedikit beda. Kompor tidak memiliki sumbu dan tempat minyak. Kompor itu pembakarannya mengandalkan dari bijian jarak yang dimasukkan pada tempat sumbu. Biji jarak sebelumnya dikupas lebih dulu agar dapat terbakar dengan lebih bagus. Selanjutnya dengan bantuan spirtus atau minyak tanah sedikit penyalaan biji jarak dilakukan dan kompor menyala sebagaimana menggunakan bahan bakar minyak tanah.
Pupuk merupakan bahan penting penyubur tanaman. Kelangkaan pupuk sering terjadi selama ini yang eksesnya menghambat produktivitas petani di pedesaan. Untuk membantu itu personil Kodim Karanganyar yang sering terlibat dalam program TMD mempelajari teknik pembuatan pupuk secara praktis yang nantinya akan diteruskan pada masyarakat desa di tempat TMD diselenggarakan. Dalam praktek itu dikenalkan cara pengembangan bakteri untuk pengomposan, membuat pupuk organic cair dan membuat pupuk organic padat dari kotoran hewan.
Pelatihan yang berlangsung singkat namun padat ini berakhir menjelang sore hari. Diharapkan dari training singkat itu dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan personil Kodim dalam melaksanakan programnya membantu masyarakat desa lewat program TMD yang setiap tahun dilaksanakan di berbagai desa di wilayah Kabupaten Karanganyar. 
|