Posted : Wed, 03 June 2009 - 01:21 (2747 views)
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK PELAJAR
Adiyasa Susdec yang merupakan salah satu organ Yayasan LPTP kembali akan menggelar acara yang melibatkan pelajar. Aktivitas itu juga dimaksudkan untuk mengisi liburan panjang sekolah dengan kegiatan positip. Kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Adiyasa-Susdec kali ini adalah training di bidang media yaitu membuat film dokumenter.
Sekarang ini memang banyak orang yang bisa merekam atau mengabadikan sesuatu dengan handycam, namun bagaimana membuat film dokumentasi yang baik, terstruktur dan obyek yang direkamnya memiliki nilai informasi yang baik cukup susah. Ada hal-hal yang perlu dipelajari dan dilatih secara kontinyu untuk dapat menghasilkan film documenter yang baik.
PT Adiyasa Susdec yang memiliki divisi media ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai hal-hal yang menyangkut pembuatan film documenter. Pada tahap ini dikhususkan pada golongan pelajar yang masih belia dan memiliki semangat tinggi serta gemar merekam dengan handycam. Mereka setelah ikut training itu nantinya diharapkan mampu mendokumentasikan sesuatu yang menurutnya menarik di sekitarnya serta memiliki nilai informasi yang baik.
Training yang diselenggarakan Adiyasa Susdec ini bertujuan meningkatkan wawasan pelajar di bidang media serta meningkatkan kemampuan pelajar dalam relevansinya dengan media film. Kapasitas pelajar dalam membuat informasi yang dikemas dalam bentuk film dokumenter diharapkan meningkat dengan mengikuti training ini. Aktivitas ini juga tak lepas dari kegiatan yang pernah dilakukan LPTP dalam merayakan 30 tahunnya yang menyelenggarakan lomba film pendek dokumenter yang menarik partisipasi banyak belajar di Jawa Tengah pada awal tahun 2009 ini. Kini untuk lebih meningkatkan kemampuan pelajar itu diselenggarakan training pembuatan film documenter.
Media film dipilih karena media ini merupakan media populer yang dapat menyampaikan pesan, memotivasi kemauan dan pikiran orang, membangkitkan emosional untuk lebih semangat dan kreatif dalam berbagai bidang. Media ini juga mampu mengajak banyak orang untuk merasakan, mendengar dan melihat tanpa batas jarak, ruang dan waktu serta mampu mempengaruhi perilaku orang.
Film dokumenter dengan tema yang spesifik dan realistic serta memiliki nilai informatif yang tinggi dapat menjadi media pencerahan bagi masyarakat. Lewat film documenter dapat diketahui informasi masa lalu dan kini yang divisualisasikan secara realistis dan membuat orang lain memahami atau mendapat pencerahan.
Sebenarnya saja membuat film documenter bukanlah sesuatu yang sulit. Namun jika dilakukan tanpa perencanaan yang baik, hasilnya tidak bagus. Kalau hanya sekedar merekamnya saja dengan mengabaikan sistematika alur cerita, kandungan informatifnya dan sisi artitisnya maka hasilnya pasti tidak memuaskan.
Film dokumenter pada masa lalu dianggap tidak menarik dan tidak seru. Itu karena film dokumenter zaman dulu tidak dikemas dengan bagus, temanya sering dianggap kuno dan sering kaku, sekedar rekaman dengan mengabaikan unsur artitis dan tidak dikemas menghibur penonton. Akhirnya orang banyak yang tidak tertarik.
Film dokumenter sekarang lebih menarik karena memang sengaja dikemas bagus, dibuat berdasarkan script yang baik, disajikan secara menarik, segi artitis juga menarik dan tidak menjemukan seperti zaman dulu. Kesamaannya film documenter masa lalu dengan sekarang sama-sama berdasarkan fakta. Cara mengemasnya terdapat perbedaan karena selain berusaha merekam fakta juga berusaha membuat dokumenter sebagai media hiburan.
Pembuatan film dokumenter tidak lepas dari gagasan mengenai apa yang harus didokumenterkan. Sesuatu itu harus yang realistis atau berdasar kenyataan yang pernah terjadi di masyarakat atau di lingkungan kita. Temanya bisa apa saja tergantung apa yang menarik yang perlu dipaparkan. Selanjutnya dilakukan pengkajian gagasan itu dan melakukan riset-riset untuk lebih mengetahui dengan jelas. Jika sudah mantap, gagasan itu kemudian dituliskan dalam bentuk skenario. Dengan begitu di lapangan nanti ada acuannya dan tidak perlu meleset atau macet karena apa yang hendak dipaparkan dalam film hilang.
Langkah selanjutnya membuat script. Script ini merupakan cerita tentang film yang akan dibuat. Script penting bagi aktor atau pihak yang akan dilibatkan dalam pembuatan film. Script juga penting bagi semua pekerja film karena bisa di katakan script merupakan panduan dalam menjalankan proyek pembuatan film documenter itu. Kalau itu sudah oke semua baru kerja di lapangan. Buat film dokumenter berdasar catatan yang ada. Nanti kalau sudah selesai baru masuk dalam proses editing.
Itu beberapa hal yang nantinya akan dipelajari dalam training pembuatan film dokumenter untuk para pelajar di Kampus Adiyasa LPTP. Kegiatan ini akan dilaksanakan saat musim libur sekolah selama 3 hari, dari tanggal 29 Juni sampai 1 Juli 2009. Yang boleh mengikuti adalah kelompok (team). Jadi bukan individu/perserorangan. Satu team atau kelompok bisa 2 atau 3 orang. Ini mengingat pembuatan film dokumenter merupakan pekerjaan cukup kompleks yang menyangkut penyusunan skenario, pemilihan obyek gambar , penyusunan narasi yang kesemuanya harus memiliki nilai informasi yang baik. Untuk pekerjaan yang melibatkan banyak sisi begitu akan baik jika dilakukan oleh sebuah team yang tangguh.
Untuk mendapatkan output yang baik maka peserta training hanya dibatasi untuk 7 (tujuh) team saja dengan tool handycam. Satu team seperti disebut di atas bisa 2 atau 3 orang. Training nanti akan dilakukan di Kampus Adiyasa LPTP di Jalan Raya Palur Km 5 Ngringo Jaten Karanganyar. Selama 3 hari peserta selain mendapatkan tambahan pengetahuan yang bersifat teori juga praktek langsung. Materi yang diberikan adalah :
- Pemahaman mengenai media popular
- Teknik menyusun skenario
- Riset visual
- Menyusun stroryboard
- Selain itu juga akan dikenalkan model kamera dan handycam serta teknik pengambilan gambar yang baik.
Lihat brosur di bawah ini :

|