Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
LPTP ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
LPTP Menatap dunia dengan cara berbeda

Home » Berita » Halal Bihalal Komunitas LPTP

Halal Bihalal Komunitas LPTP
 
Posted : Wed, 29 August 2012 - 19:14 (1357 views)

Halal Bihalal Komunitas LPTP
Seminggu pasca hari kebersamaan Idul Fitri, LPTP memperkuat ukhuwah komunitasnya dengan menyelenggarakan halal bihalal. Halal bihalal diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2012. Meskipun sederhana namun halal bihalal itu khitmad, nyaman dan penuh kekerabatan. Seluruh staf LPTP baik yang biasa ada di kantor maupun lapangan hadir. Mereka yang berada di Dewan Pembina, Badan Pengawas dan Etik  dan kebetulan domisilinya di sekitar Solo menyempatkan diri  menghadiri agenda halal bihalal ini.

Senior LPTP juga menyempatkan diri hadir dalam  halal bihalal kali ini. Mereka yang sekarang aktif di KPU, dosen, lembaga pengembangan masyarakat atau berwirausaha sendiri itu menyempatkan diri hadir di tengah kesibukan masing-masing. Mereka yang tergolong generasi tua itu membaur dengan generasi muda LPTP. Suasana semakin meriah karena anak dan istrinya ikut hadir menyemarakkan halal bihalal keluarga komunitas LPTP ini.

3_halalSambil menunggu undangan hadir, mereka yang sudah datang dihibur oleh organ tunggal yang juga punyanya salah seorang staf LPTP, Bejo Sibet. Mitra kerja LPTP dan mitra dampingan LPTP semakin banyak yang berdatangan. Halal bihalal yang digelar di halaman LPTP di depan bengkel rekayasa TTG itu pun semakin semarak.

Saat waktu menunjukkan jam 2 siang lebih sedikit, panitia halal bihalal membuka acara ini. Halal bihalal ini memang sengaja memilih waktu siang hari agar pagi harinya staf LPTP bisa bekerja seperti biasanya. Selain itu anggota komunitas lain apalagi yang bertempat tinggal di Jogja, Wonogiri atau di luar kota lain punya waktu luang banyak menghadiri halal bihalal ini.

Ahmad Mahmudi, Ketua BP Yayasan LPTP memberikan sambutan resmi pada agenda silatorhim halal bihalal  ini. Di katakan bahwa komunitas LPTP merasa telah lengkap melaksanakan agenda tahunan yang diawali dengan puasa romadon, buka bersama, merayakan hari penuh kebersamaan Idul Fitri dan mengakhirinya dengan saling bertemu, bermaaf-maafan dalam halal bihalal. Selanjutnya setelah itu melaksanakan kembali ibadah kerja untuk kemashalatan sosial dan juga diri sendiri. Kepada tamu yang hadir ketua BP sekilas juga mengenalkan organisasi LPTP sekarang ini.

Selesai itu dilanjutkan sambutan dari Hari Mulyadi yang merupakan salah satu sekretaris Dewan Pembina Yayasan LPTP. Di katakan bahwa halal bihalal LPTP ini merupakan sarana untuk mempertemukan komunitas LPTP yang masih aktif maupun yang sudah sibuk di sektor lain. Yang muda bisa mengenali yang senior yang jarang atau bahkan belum pernah dijumpainya. Sebaliknya yang tua bisa mengetahui generasi penerus LPTP.

1_halalSelesai sambutan itu dilanjutkan dengan acara tausyiah. Tausyiah disampaikan oleh dr Endang Sutisno, MKes  yang merupakan dosen UNS. Dokter yang juga seorang mubaligh ini menyampaikan hikmah romadon dan Idul Fitri secara ringkas. Kadindat doctor kesehatan masyarakat ini mengenal semua senior LPTP  dan sering bertandang ke LPTP.

“Hanya orang beriman yang benar-benar bisa memetik hikmah dari romadon,” demikian disampaikan oleh dr Endang Sutisno. “Romadon memperkuat iman dan mental kita. Idul Fitri sebagai rangkaian bulan romadon menciptakan kebersamaan   umat dan halal bihalal telah menjadikan kita insan pemurah yang saling memaafkan.”
 
2_halalCukup lama dokter mantan aktivis HMI ini memberikan tausyiahnya di depan puluhan anggota komunitas LPTP.  Setelah tausyiah selesai panitia lewat Zamzaini selaku pembawa acara meminta Prof. Dr. Ravik Karsidi (Rektor UNS) untuk memberi sambutan. Rektor UNS ini merupakan senior LPTP yang aktif di LPTP pada pereode tahun 80-an. Aktivis LPTP terutama yang di lapangan dan masih muda meskipun tahu namanya namun karena waktu itu masih kecil dan bahkan ada yang belum lahir tidak mengetahui banyak. Karena itulah saat-saat ada acara begini terdapat kesempatan untuk saling mengenal dan mengetahui.  Rektor UNS ini juga takjub karena agenda halal bihalal bihalal yang digelar LPTP selalu meriah. Senior dan yunior beserta keluarganya bisa berkumpul bersama dalam suasana kekerabatan yang kuat.

“Lebih meriah dari acara halal bihalal yang lain,” demikian kata rektor UNS yang dulu menjadi aktivis LPTP ini. “Dari keluarga, mitra kerja, mantan aktivis LPTP yang rambutnya telah memutih, yunior LPTP, dampingan program, dosen sampai mahasiswa  sedia  hadir berhalalbihalal di Palur sini.  Ini merupakan bentuk silaturohmi yang luar biasa, penuh kebersamaan dan kekerabatan.”

Cukup banyak kesan yang disampaikan oleh rektor UNS ini. Setelah itu acara diakhiri dengan doa. Sebagaimana biasanya ustad Robith Syahbani memimpin doa. Robith Syahbani adalah generasi awal LPTP dan pernah menangani hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan ekonomi kerakyatan. Alumni IAIN ini sebelum melaksanakan doa juga mengingatkan pentingnya berdoa dengan sungguh-sungguh dengan gayanya yang menggelitik.  Karena alumni IAIN maka yang bersangkutan fasih memimpin doa. Tamu undangan yang jumlahnya puluhan orang itu pun mengikuti doanya dengan serius.

Sebagaimana halal bihalal di tempat lain, sebelum acara makan bersama mereka saling bersalaman dan bermaaf-maafan.  Tua muda, baru kenal atau sudah lama mengenal saling bermaafan dan bersalaman. Setelah itu mereka menuju gazebo Marsudi Sudjak untuk makan bersama.

5_halalLPTP menyediakan beragam makanan untuk mereka yang hadir. Sebagaimana biasanya tengkleng menjadi konsumsi favorit komunitas LPTP. Mereka harus rela antri bergantian. Yang ngeri dengan konsumsi ini karena tensi darahnya  tinggi memilih makanan lain. Sambil makan mereka bersendagurau atau ngobrol santai dengan mitra lama yang jarang ditemui.

Ketika hari menjelang magrib satu per satu pamit kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Tentu mereka pulang dengan membawa kesan mendalam dari acara ini. Perjumpaan dengan kawan lama itu meskipun tidak lama pasti mengingatkan suka duka ketika masih bersama-sama menjadi aktivis.
 
***


Copyright © 2008 - 2014 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design