| KONPERENSI PETANI DATARAN TINGGI |
| |
Posted : Wed, 16 June 2010 - 18:38 (333 views)
Selama tiga hari LPTP, ACIAR, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama petani dari beberapa daerah bertemu di Pangandaran Jawa Barat untuk mendikusikan berbagai hal yang menyangkut produksi pertanian. Kegiatan yang dilakukan pada awal bulan Juni itu merupakan konperensi tingkat petani dengan tema inovasi petani untuk optimalisasi produksi pertanian.
Berbagi pengetahuan dan pengalaman dibutuhkan oleh siapapun. Demikian juga dengan petani yang berada di berbagai daerah. Share antar petani diperlukan agar dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan demikian dapat lebih meningkatkan wawasan dan kemampuan petani dalam manjalankan mata pencahariannya. Terdapatnya permasalahan yang kemudian dibahas bersama untuk memecahkan masalah itu akan semakin memperluas pemahaman petani. Untuk itulah temu petani yang dikemas dalam konperensi ini meskipun masih terbatas pesertanya diadakan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas pergaulan serta menambah pengetahuan petani khususnya petani dataran tinggi.
Kegiatan bersama yang melibatkan petani dari berbagai daerah ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Mereka diharapkan dapat saling belajar dari pengalaman masing-masing. Bertemunya para petani ini bisa menjadi media para petani dari berbagai daerah untuk tukar pengalaman. Di samping itu juga dapat menjadi media penyampai informasi mengenai inovasi yang telah dilakukan oleh para petani. Bahkan kegiatan itu diharapkan dapat menginspirasi petani lain untuk melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing. Tujuan dari kegiatan ini secara umum adalah mengidentifikasikan berbagai temuan teknologi atau inovasi yang dijalankan petani selama ini dalam melakukan kegiatan pengembangan SLPT tanaman kentang dan kubis. Di samping itu juga untuk merumuskan strategi pengembangan dan penyebaran inovasi-inovasi yang dilakukan petani selama ini. Tujuan lain yang lebih penting adalah meningkatkan dan memperkuat jaringan antar petani atau kelompok tani.
Pembangunan pertanian sejak dulu mendapat perhatian besar mengingat sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian. Pembangunan pertanian ini esensinya adalah upaya untuk meningkatkan serta mensejahterakan kualitas hidup petani. Namun pembangunan pertanian tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada support dari petani dan masyarakat.
Kendala dalam menyelenggarakan pembangunan pertanian selalu ada. Produktivitas tenaga kerja yang kurang merupakan salah satu dari kendala dari pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian mau tidak mau harus berorientasi pada peningkatan produktivitas tenaga kerja. Dari situ akan diperoleh peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam hal yang menyangkut produktivitas tenaga kerja ini berbagai program telah dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga yang concern terhadap pertanian. Kelompok-kelompok independen yang concern terhadap perbaikan hidup petani banyak yang melakukan berbagai kegiatan yang arahnya peningkatan produktivitas tenaga kerja. LPTP yang memiliki divisi Pusat Pengembangan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan(P4B) sejak dulu juga aktif memberikan dampingan pada kelompok-kelompok petani di berbagai daerah. Lewat program SRI, PIDRA, SLPT, FBS (Farmer Business School) dan lain-lainnya dilakukan pendampingan pada petani maupun kelompok-kelompok tani di berbagai daerah sebagai upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja di sector pertanian. Teknologi pertanian dan pengolahan hasil pertanian direkayasa dalam laboratorium rekayasa TTG LPTP yang semuanya dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas petani. Teknologi sebagai alat dapat mensupport petani dalam menjalankan pekerjaannya. Teknologi itu selain dapat meringankan dan memudahkan petani dalam menjalankan pekerjaannya juga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian petani. Teknologi yang sederhana namun dapat berfungsi maksimal yang direkayasa laboratorium bengkel LPTP selama ini. Rekayasa TTG LPTP ini telah tersebar pada petani dampingan LPTP di berbagai daerah.
Konperensi petani dataran tinggi yang dilakukan di Pangandaran Jawa Barat ini bisa juga dikatakan upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian. Dengan share antar petani lain diharapkan dapat menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuan para petani dataran tinggi yang mengikuti pertemuan ini. Kegiatan ini dibuka pada tanggal 2 Juni 2010 pada malam hari. Agenda pertemuan dan ramah tamah dilakukan pada malam pembukaan itu. Pada hari kedua dilakukan presentasi mengenai pengalaman petani. Paparan itu selanjutnya didiskusikan antar peserta. Presentasi ini dilakukan dalam 2 sesi untuk memberikan kesempatan perwakilan petani memaparkan pengalaman dan inovasi dalam mengembangkan pertanian di daerahnya.
Pada malam harinya dilakukan presentasi dengan topic kebijakan pemerintah dalam strategi pembangunan pertanian dataran tinggi terhadap ancaman pasar bebas. Selanjutnya pada hari terakhir dilakukan evaluasi dan penyusunan perencanaan bersama. Acara ini ditutup menjelang sholat Jumat.
Secara specific hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah terwujudnya deskripsi tentang berbagai temuan yang meliputi bentuk, intensitas penggunaan, cakupan dan penemunya. Dari situ dapat diwujudkan peta hasil temuan petani atau inovasi yang telah dilakukan oleh petani di lapangan. Inovasi atau temuan ini keberadaannya dimana dan penyebarannya bagaimana diharapkan dapat diidentifikasikan. Hasil penting lain yang diharapkan terwujud adalah berhasil disusunnya strategi pengembangan dan rencana tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilakukan petani selama ini.
Konperensi petani yang diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 2 – 4 Juni 2010 berjalan lancar. Peserta kegiatan ini 110 orang dan berasal dari kelompok petani Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Bandung dan Garut yang selama ini secara intensif mengikuti berbagai kegiatan pertanian terutama pengembangan tanaman kentang dan sayur di dataran tinggi. Dari instansi pemerintah yang hadir adalah perwakilan dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Bandung dan Garut. Selain itu juga dari Badan Puslit dan Balitsa, ACIAR dan LPTP. Dari LPTP yang mewakili Eko Istianto, Zamzaini dan Sri Wahyuning. ***
|