Biogas

TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
LPTP ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
MAGANG ENERGI DAN PERTANIAN ORGANIC  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF

KAMPUNG ...
 
AGENDA PENINGKATAN KERJA SAMA LPTP DENGAN KLH
Selama tiga hari LPTP,  ACIAR, Dinas ...
TRAINING PENGEMBANGAN PANGAN DAN ENERGI BERKELANJUTAN
SUSDEC SELENGGARAKAN SEKOLAH COLLABORATIVE RESEARCH
KUNJUNGAN PEMKAB  PONOROGO
PERUMUSAN WORKPLAN LPTP 2010
Inna lillahi wa inna illaihi rojiun. Dari Allah dan ...
LPTP SELENGGARAKAN RAKER  DI TAWANGMANGU



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
Home » Berita » Sekolah Riset

Sekolah Riset
 
Posted : Fri, 05 March 2010 - 19:51 (696 views)

Sekolah Riset
SUSDEC SELENGGARAKAN SEKOLAH COLLABORATIVE RESEARCH
Pada minggu terakhir bulan Februari 2010 LPTP menyelenggarakan sekolah riset. Pelaksanaan dari kegiatan itu dilakukan oleh PT Susdec. Riset collaborative ini dilaksanakan tahap demi tahap. Riset  dilakukan dengan melibatkan banyak pihak seperti dari staf LPTP senior maupun yunior, staf magang belajar,  dari Insist, UGM dan Pemkab Klaten. Pelaksanaan dari training collaborative research ini  dilakukan dengan metode in class dan out class.

Training research collaborative ini juga berhubungan dengan kerjasama yang dilakukan LPTP dengan Pemkab Klaten. Kerjasama ini pada tahap awal ditindaklanjuti LPTP  dengan menyelenggarakan pemetaan kawasan. Dari pemetaan kawasan ini nantinya akan dapat diwujudkan model pembangunan kawasan. Model pembangunan kawasan ini untuk tahap awal dilakukan di wilayah kecamatan Karanganom yang memiliki 19 desa.

Model pembangunan kawasan merupakan model pembangunan  yang terencana dan berkelanjutan. Untuk merealisasikan model pembangunan kawasan yang terencana dan berkelanjutan itu diperlukan langkah pemetaan yang komprehensif. Dari pemetaan itu akan dapat diketahui beragam hal yang menyangkut kuantitas di kawasan, persoalan mendasar dan potensi-potensi yang ada di sebuah kawasan.

img_4652_01Untuk keperluan itulah aktivitas outclass dari training collaborative research ini diselenggarakan di Kecamatan Karanganom. Karanganom sendiri dipilih karena kerjasama yang telah terbangun dengan LPTP selama ini. Kecamatan ini memiliki 19 desa dengan beragam karakteristiknya.

Pada aktivitas outclass yang pertama telah diterjunkan 27 personil LPTP di 19 desa di Kecamatan Karanganom. Selama satu minggu peserta sekolah riset melakukan koordinasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga di 19 desa itu. Data-data dasar  desa yang vital telah diakumulasi dan sosialisasi serta workshop terbatas dengan perangkat serta tokoh masyarakat desa juga telah dilakukan.

Data-data yang diperoleh  pada outclass pertama akan didiskusikan pada in class yang kedua. Data itu juga sebagai landasan dalam melakukan aktivitas survey atau aktivitas outclass tahap yang kedua. Survey thematic yang dilakukan pada outclass kedua ini dilaksanakan pada minggu kedua Maret ini.

Sekolah riset ini berlangsung hampir tiga minggu. Alur dari sekolah riset ini diawali dengan aktivitas in class selama 2 hari. In class pertama ini diselenggarakan di gedung komunitas LPTP. In class selama 2 hari ini kolaborasi  antara  LPTP dan Insist. Aktivitas pada in class hari pertama ini lebih banyak pada menyusun frame work, menyusun tools, pembentukan team kerja dan persiapan serta perencanaan penelitian di desa.

Selesai aktivitas in class disambung dengan 2dsc07982.aktivitas outclass tahap pertama selama 7 hari. Pada aktivitas ini dilakukan sosialisasi dan workshop kecil dengan desa yang melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat desa. Selain itu juga melakukan survey lapangan untuk lebih mengenali lokasi desa. Hasil yang diharapkan tercapai dalam aktivitas outclass tahap pertama ini adalah dipahaminya aktivitas ini oleh masyarakat desa serta diperolehnya beragam data dasar desa yang nantinya penting untuk aktivitas outclass tahap kedua.

Hasil dari aktivitas  outclass tahap pertama ini menjadi bahan diskusi dan laporan pada aktivitas in class tahap yang kedua. In class tahap kedua dilaksanakan selama tiga hari. Masing-masing penanggungjawab desa melaporkan capaian aktivitasnya selama di lapangan.  Untuk aktivitas in class yang kedua diselenggarakan selama tiga hari dan membahas tentang teknik penyusunan dan penulisan laporan serta merancang workshop di desa.

Selesai mengikuti in class tahap dua, dilakukan aktivitas outclass tahap dua di desa yang sama. Outclass tahap dua ini diselenggarakan lebih lama daripada outclass yang pertama karena peserta harus melakukan survey lebih mendalam untuk menggali data di desa. Pada outclass yang kedua ini diharapkan dapat diketahui kondisi desa tempat kegiatan lapangan diselenggarakan dengan lebih mendalam dan juga mengidentifikasikan permasalahan serta potensi yang ada di kawasan desa. Pada outclass tahap kedua ini titik berat aktivitasnya berdasar pada topical assessment. Selain itu juga melakukan workshop yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa.

Aktivitas yang terakhir dari rangkaian sekolah riset ini dilakukan pada in class yang ketiga. Pada in class yang ketiga ini materi yang disampaikan adalah penyusunan laporan, penyusunan regional data base system dan menyelenggarakan seminar serta perumusan rekomendasi.

Jadi terdapat lima tahapan dalam proses sekolah riset ini. Tiga  aktvitas diselenggarakan dalam kelas dan dua aktivitas lagi diselenggarakan di luar kelas. Sekolah riset ini sendiri merupakan kolaborasi dari LPTP, UGM, INSIST dan masyarakat desa. Sedang yang menjadi narasumber dan fasilitator dalam aktivitas ini adalah Roem Topatimasang dari INSIST, Dr. Baiquni dari UGM serta Ahmad Mahmudi dan Rahadi dari LPTP.

Dari aktivitas ini diharapkan dapat memperkaya wawasan staf  serta mempererat  kerjasama LPTP dengan Pemkab Klaten yang terjalin selama ini. Masyarakat desa juga menyambut antusias kedatangan mereka. Masyarakat desa nantinya akan lebih mengenali permasalahan serta potensi yang ada di desanya yang selama ini kerap diabaikan. Perencanaan pembangunan kawasan nantinya akan dapat diwujudkan.

Aktivitas itu membuat peserta sekolah riset harus menjelajahi jalur-jalur desa untuk lebih mengenali tempat mereka bertugas. Meskipun pada awalnya masyarakat desa ada yang  bingung dengan maksud kedatangan rombongan dari LPTP, namun setelah berkenalan dan melakukan diskusi,  warga desa dapat mengerti maksud kedatangan team LPTP. Saat diselenggarakan workshop rata-rata mereka menyambut antusias. Beberapa permasalahan yang ada di desa bahkan diangkat menjadi topic diskusi yang menarik.

“Prinsipnya kami siap membantu. Bahkan kalau diminta mengantar saat survey dari rumah ke rumah kami siap,” demikian di katakana Supandi, bayan di desa Jeblog Kecamatan Karanganom.

“Barangkali nanti LPTP bisa memberi  jalan keluar dari beberapa permasalan yang ada di desa ini,” kata Haryanto salah seorang tokoh masyarakat desa Pondok. “Seperti biogas yang  disampaikan tadi mungkin bisa memecahkan masalah kotoran dari peternakan ayam  di desa ini. Atau teknologinya mungkin bisa meningkatkan produktivitas dari pengrajin karak di sini.”

Meskipun kebanyakan desa menyambut baik kedatangan team dari LPTP ada juga beberapa desa yang mungkin karena kurang informasi serta kurang pemahaman  tidak begitu kooperatif dengan team LPTP. Kesulitan akses data pun dialami oleh peserta sekolah riset LPTP. 
 
4dsc08064_01Proses dari sekolah riset ini memang sedang berjalan dan hasilnya diharapkan selain meningkatkan kapasitas staf LPTP juga  memberi manfaat yang baik pada desa. Desa dapat menyusun model pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. Demikian pula pihak kecamatan dan kabupaten yang selama ini mengkoordinir desa dapat merumuskan pembangunan masing-masing desa sesuai dengan kebutuhan  desa. Untuk mencapai itu memang dibutuhkan pemetaan yang komprehensif, memahami secara baik permasalahan yang ada di desa dan mengenali potensi desa yang dapat dikembangkan.


Copyright © 2008 - 2010 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design