Biogas

TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
LPTP ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
MAGANG ENERGI DAN PERTANIAN ORGANIC  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF

KAMPUNG ...
 
AGENDA PENINGKATAN KERJA SAMA LPTP DENGAN KLH
Selama tiga hari LPTP,  ACIAR, Dinas ...
TRAINING PENGEMBANGAN PANGAN DAN ENERGI BERKELANJUTAN
SUSDEC SELENGGARAKAN SEKOLAH COLLABORATIVE RESEARCH
KUNJUNGAN PEMKAB  PONOROGO
PERUMUSAN WORKPLAN LPTP 2010
Inna lillahi wa inna illaihi rojiun. Dari Allah dan ...
LPTP SELENGGARAKAN RAKER  DI TAWANGMANGU



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
Home » Berita » Kunjungan

Kunjungan
 
Posted : Tue, 23 February 2010 - 18:16 (788 views)

Kunjungan
KUNJUNGAN PEMKAB  PONOROGO
Hari Sabtu tanggal 20 Februari yang lalu LPTP kedatangan tamu. Beberapa  orang dari Pemkab Ponorogo didampingi pegiat dari Algheins berkunjung ke LPTP.  Kunjungan mitra itu untuk melihat kegiatan LPTP dan juga ingin mengetahui lebih banyak tentang biogas sebagai sumber energi alternatif  yang memberi manfaat cukup baik di masyarakat.

Alim Muhammad bersama Sulistyo sebagai sekretaris dan bendahara YLPTP menerima kedatangan tamu itu. Direktur-direktur yang berada di bawah unit YLPTP  seperti direktur PPEB, direktur PPEK dan direktur P4PB juga ikut menemui tamu dari Kabupaten Ponorogo itu. Mereka  beramahtamah di Balai Marsudi Sudjak, tempat di mana LPTP biasa menyelenggarakan kegiatan meeting dan training.

Kunjungan itu untuk mengenal dan melihat lebih jauh tentang keberadaan LPTP yang selama ini konsisten melakukan pemberdayaan masyarakat lewat beragam programnya. Meskipun kunjungan sifatnya informal, namun makna dari kunjungan itu sangat dalam. Tamu dari Ponorogo itu terkesan dengan LPTP yang mampu eksis selama tiga dasawarsa.

Dari Ponorogo yang berkunjung adalah Drs. H. Luhur Karsanto, MSi yang merupakan Sekda Ponorogo, HM Budianto (Kadinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Sudarmono (Asisten III Sekda), Hariadi dan Eri yang merupakan staf dinas peternakan. Tamu dari Pemkab Ponorogo itu didampingi Damanhuri yang merupakan pegiat Algheins Ponorogo beserta 1 orang aktivisnya dan juga ada tiga orang petani dari Ponorogo.

dsc_0010LPTP sendiri menyambut hangat kedatangan tamu-tamunya itu di tengah acara training collaborative research yang sedang digelarnya.  Empat pusat pengembangan yang ada di LPTP seperti Pusat Pengembangan Energi Berkelanjutan, Pusat Pengembangan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan, Pusat Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Pusat Pengembangan Teknologi Lingkungan siap bekerjasama serta membantu Pemkab Ponorogo jika Pemkab Ponorogo ingin melakukan pengembangan masyarakat Ponorogo. Demikian pula badan usaha yang ada di bawah Yayasan LPTP seperti PT Dewats dan PT Susdec siap bekerja sama sesuai mekanisme yang berlaku jika Pemkab Ponorogo ingin menjalin kerjasama dalam bidang pengelolaan instalasi limbah dan riset serta pengembangan masyarakat Ponorogo.

Sumino, direktur PPEB (Pusat Pengembangan Energi Berkelanjutan) memaparkan keberadaan LPTP dan program-program yang dijalankannya selama ini. Biogas sebagai salah satu program PPEB sudah ditekuni oleh LPTP sejak lama. Sudah sejak tahun 1990 LPTP  bekerjasama dengan Borda menekuni biogas dan sudah cukup banyak biogas yang dibangun selama ini.

Pada awalnya biogas yang dibangun adalah biogas skala rumah tangga yang memiliki ternak sapi. Biogas dulu dibangun untuk mengatasi masalah energi dan limbah ternak yang sering mengganggu lingkungan. Dalam perkembangannya biogas yang dibangun juga untuk industri tahu. Ini untuk menyelesaikan permasalahan limbah dari industri tahu yang selama ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

PT Dewats sebagai salah satu unit di LPTP bahkan mengembangkan IPAL system dewats untuk mengatasi berbagai masalah limbah seperti limbah dari peternakan, limbah rumah sakit dan dari sumber lain yang selama ini mengganggu masyarakat.   
   
2tmpnTamu dari Ponorogo itu tertarik dengan biogas untuk skala rumah tangga. Selesai berdiskusi di Balai Marsudi Sudjak, LPTP mengantar tamunya melakukan kunjungan ke biogas milik  warga di Kecamatan Cepogo Boyolali. Sebelum berangkat tamu dari Ponorogo itu menyempatkan diri melihat sebentar training collaborative reasearch yang sedang diselenggarakan PT Susdc LPTP di ruang training  LPTP. Training itu diikuti 40 orang peserta baik dari staf LPTP maupun dari luar LPTP. Tamu itu juga melihat-lihat Pusat Rekayasa TTG bengkel LPTP  yang sedang mengerjakan pembuatan tiang besi tahan gempa Kraton Yogyakarta  yang sedang direhab. Selesai melihat itu rombongan dari Ponorogo menuju ke daerah Cepogo di Boyolali. Mereka akan melihat secara langsung rumah tangga yang memiliki reaktor biogas. Salah satu yang dituju adalah rumah mitra dampingan LPTP pada masa lalu.

Pak Roso, demikian nama pemilik biogas di Boyolali merupakan penduduk yang menerima manfaat pada saat program pembangunan biogas kerjasama LPTP dengan Borda. Reactor biogas yang dibangun di rumahnya di bangun pada tahun 1991 dan hingga sekarang tetap berfungsi dengan baik. Sumber gas bio di rumah Pak Roso adalah dari empat ekor sapi yang dimilikinya.  

“Meskipun hampir 20 tahun namun instalasi biogas ini masih berfungsi baik,” demikian di katakan oleh  Pak Roso saat menerima kunjungan tamu LPTP. “Biogas  ini digunakan untuk memasak dan lampu penerangan.”

Adik Pak Roso yang rumahnya di belakangnya juga memiliki instalasi biogas. Pembangunan reaktornya juga hampir bersamaan dan sama-sama masih berfungsi dengan baik.  Sumber gas bio juga dari ternak sapi. Rombongan dari Ponorogo itu juga sempat melihat instalasi biogas yang dimilikinya.

3tmpnSelesai melakukan kunjungan ke rumah tangga pemilik biogas di Cepogo, tamu dari Ponorogo itu diajak melakukan  kunjungan ke tempat  peternakan sapi yang dikelola oleh Pak Santosa di kota Boyolali. Biogas di tempat Pak Santosa itu baru saja selesai dibangun mengikuti program Biru (Biogas Rumah Tangga) yang dikerjakan LPTP bersama Hivos. Meskipun bukan peternakan sapi skala besar namun dikelola dengan baik dan menghasilkan pupuk cukup banyak yang bermanfaat bagi pertanian. Biogas yang ada juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan memasak dan penerangan.

Pada skala peternakan yang jumlah sapinya cukup banyak, pengadukan limbah ternak di tempatkan dalam tempat tersendiri dan dengan bantuan alat pemutar sebelum dimasukkan pada digester biogas.  Dengan demikian pekerjaan menjadi lebih mudah. Slurry biogasnya  juga  dimanfaatkan dalam proses pembuatan pupuk. Dengan demikian selain memperoleh manfaat dari ternak sapinya juga mendapat manfaat dari gas bio dan pupuk.

4tmpn
 
Biogas ini nampaknya menarik tamu LPTP dari Ponorogo, terutama untuk biogas skala rumah tangga. LPTP sendiri selalu membuka diri dan siap menjalin kerjasama dengan siapapun yang berminat pada pengembangan biogas atau pada bidang lain.  LPTP sekarang sedang mengembangkan biogas di berbagai kota di Jawa Tengah bekerjasama dengan Hivos. Sebagian pembangunan biogas  itu  sudah berjalan dan sebagian lagi sedang berjalan.


Copyright © 2008 - 2010 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design