Dampak Sosial Sekolah Lapang Petani

Rabu, 4 Agustus 2010

SLPTT ini merupakan kerjasama LPTP dengan ACIAR, pemerintah kabupaten dan petani-petani dataran tinggi. SLPTT ini bertujuan meningkatkan produksi dan nilai tambah tanaman kentang dan kubis.

Dalam kurun waktu 4 tahun, sejak dimualainya program ini pada tahun 2006, telah terjadi proses pembelajaran partisipatif dan riset bersama (collaborative research) yang dilakukan petani dengan fasilitator (pemandu).  Selama kurun waktu itu  sudah cukup banyak kemajuan-kemajuan  di tingkat petani yang dicapai. Meskipun demikian pengelola program termotivasi untuk mengetahui outputnya secara lebih mendalam.  Untuk itulah dilakukan studi dampak social program yang disupport oleh Aciar ini. Beberapa pertanyaan penting yang dijadikan  dasar dalam melakukan studi dampak program ini ada empat.

Yang pertama apakah program  yang sudah dilakukan membawa perubahan (transformasi) pada tingkat petani dan lingkungannya? Kedua, apakah program memberikan perubahan dari sisi ekonomi keluarga petani dan komunitasnya? Yang ketiga apakah setelah program dinyatakan selesai, masih akan terjadi proses pembelajaran di lapangan secara mandiri? Selanjutnya pertanyaan terakhir apakah setelah program selesai akan terjadi proses penyebarluasan ilmu pengetahuan pada tingkat kawasan? 

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu perlu dilakukan riset. Hasil riset nanti juga untuk keperluan menyusun sebuah potret untuk mengetahui dampak positif atas pelaksanaan proyek optimalisasi produktivitas tanaman kentang dan kubis. Di samping itu juga digunakan untuk merumuskan masukan atas pelaksanaan proyek sebagai dasar menyusun program berikutnya.

Jenis data dan informasi dalam penelitian social ini adalah  jenis data kualitatif  yang berupa hasil  pengamatan  berupa deskripsi mengenai situasi, kejadian atau peristiwa, interaksi sosial dan perilaku yang diamati secara langsung di lapangan yang berkenaan dengan aktifitas pengelolaan lahan pertanian kentang dan kubis. Juga dari  hasil pembicaraan berupa kutipan langsung dari pernyataan orang-orang tentang pengalaman, sikap, keyakinan, pandangan  atau pemikiran petani tentang budidaya tanaman kentang dan kubis. Bahan tertulis berupa petikan atau data dari dokumen proyek, surat-menyurat, rekaman  dan laporan juga menjadi sumber penting dalam program ini.

Sumber data yang dimanfaatkan dalam studi ini dari hasil wawancara dengan nara sumber dan dari dokumen-dokumen yang ada. Dalam  penelitian kualitatif (studi dampak) yang lebih dipentingkan adalah kedalaman data dan informasi lapangan, maka dalam menemukan narasumber digunakan model yang menurut Goets & Le Compte (1984) disebut dengan “criterion-based selection”. Menurut  Patton (1983), pilihan informan dapat berkembang sesuai kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data. Narasumber dalam penelitian social ini terdiri dari petani budidaya kentang dan kubis, baik petani peserta program dan petani bukan peserta program. Pendamping (fasilitator) lapangan baik dari petani pemandu, maupun dari PPL Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura juga menjadi narasumber. Untuk dokumen  dipilih yang memiliki nilai informasi tinggi.

Diskusi reguler para petani SLPTT. Inilah salah satu dampak sosial paling nyata dari SLPTT, yakni terwujudnya kemampuan petani mengorganisir diri mereka sebagai suatu tim riset dan belajar yang lebih sistematik.

Pada teknik pengumpulan data menggunakan metode deduktif kualitatif yang di konteskan dengan kasus secara deskriptif sebagai temuan studi social. Metode dalam pengumpulan datanya melalui wawancara  dengan pola indept interview, focus group discussion (FGD). Juga dilakukan observasi lapangan,  analisis dokumen (proposal, laporan kegiatan, dokumentasi kelompok).

Untuk teknik analisis digunakan  model analisis interaktif yang  meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Aktivitasnya  dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu proses siklus (Miles & Habermas, 1984). Informasi dan sumber-sumber lain yang terkumpul akan melalui proses uji kebenaran (reduksi) sehingga menjadi fakta. Kemudian fakta yang tersaji dilakukan intrepretasi atau analisis dengan menggunakan (kerangka) teori sehingga menjadi sebuah kesimpulan.

Prosedur penelitian ini dirinci dalam 5 tahapan kegiatan. Tahap pertama merupakan tahap persiapan. Pada tahap ini meliputi penyusunan  desain penelitian, pengembangan protokol riset - finalisasi desain, mengembangkan pedoman pengumpulan data informasi dan penyusunan jadwal kegiatan. Pada tahapan ini juga dilakukan pembentukan team dan persiapan ke lokasi lapangan serta  kontak awal ke informan yang telah diidentifikasi.

Pada tahap kedua dilakukan training pembekalan bagi team peneliti Lapangan. Pembekalan ini melibatkan konsultan penelitian. Selanjutnya pada tahap ketiga  melakukan fields research atau pelaksanaan riset di lapangan  yang meliputi pengumpulan data di lokasi dengan observasi, wawancara mendalam dan mencatat dokumen. Pada tahap ini melakukan review dan pembahasan data (analisis) yang terkumpul, menentukan strategi pengumpulan data yang tepat, menentukan fokus, pendalaman dan pemantapan data pada proses pengumpulan data berikutnya.  Selain itu  mengatur data dalam kelompok untuk kepentingan analisis, mengembangkan bentuk sajian data, merumuskan kesimpulan akhir sebagai temuan penelitian, merumuskan implikasi kebijakan sebagai bagian  dari pengembangan saran dan rekomendasi dalam laporan akhir penelitian.

Tahap keempat merupakan tahap penyusunan temuan lapangan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah penyusunan draf temuan lapangan dan seminar hasil penelitian. Seminar dilakukan sebelum pembuatan laporan. Hal ini dimaksudkan untuk mencari masukan dan menguji temuan lapangan. Seminar dilakukan dengan mendatangkan ahli dan komunitas.  Sedang tahap kelima adalah tahap penyusunan laporan penelitian. Kegiatan tahap ini meliputi penyusunan draft laporan, workshop review dan perbaikan atau finalisasi laporan.

Purwono Yunianto
Sebarluaskan: 
Dibangun menggunakan Drupal
Jalan Raya Palur Km.5, Tegal Asri RT 04/VI Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772, Indonesia. (PO-Box: 313, Surakarta 57103). Tel: +62 271 826620, Faks: +62 271 825107. LIHAT PETAKEMBALI KEATAS ↑