Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
LPTP ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
Home » Artikel » Studi

Studi
 
Posted : Wed, 04 August 2010 - 10:57 ( 16093 views)

Studi
STUDI DAMPAK SOSIAL PROGRAM ACIAR
 
Oleh : Purwono Yunianto*
Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) yang dilakukan oleh LPTP  sudah berlangsung 4 tahun dan diselenggarakan di berbagai daerah. Sekolah ini dimulai tahun 2006 dan melibatkan banyak petani yang ingin meningkatkan kapasitas produktivitasnya.  SLPTT ini merupakan kerjasama LPTP dengan ACIAR, pemerintah kabupaten dan petani-petani dataran tinggi. SLPTT ini bertujuan meningkatkan produksi dan nilai tambah tanaman kentang dan kubis.
 
Dalam kurun waktu 4 tahun itu  telah terjadi proses pembelajaran partisipatif dan riset bersama (collaborative research) yang dilakukan petani dengan fasilitator (pemandu).  Selama kurun waktu itu  sudah cukup banyak kemajuan-kemajuan  di tingkat petani yang dicapai. Meskipun demikian pengelola program termotivasi untuk mengetahui outputnya secara lebih mendalam.  Untuk itulah dilakukan studi dampak social program yang disupport oleh Aciar ini. Beberapa pertanyaan penting yang dijadikan  dasar dalam melakukan studi dampak program ini ada empat.
 
Yang pertama apakah program  yang sudah dilakukan membawa perubahan (transformasi) pada tingkat petani dan lingkungannya? Kedua, apakah program memberikan perubahan dari sisi ekonomi keluarga petani dan komunitasnya? Yang ketiga apakah setelah program dinyatakan selesai, masih akan terjadi proses pembelajaran di lapangan secara mandiri? Selanjutnya pertanyaan terakhir apakah setelah program selesai akan terjadi proses penyebarluasan ilmu pengetahuan pada tingkat kawasan?  
 
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu perlu dilakukan riset. Hasil riset nanti juga untuk keperluan menyusun sebuah potret untuk mengetahui dampak positif atas pelaksanaan proyek optimalisasi produktivitas tanaman kentang dan kubis. Di samping itu juga digunakan untuk merumuskan masukan atas pelaksanaan proyek sebagai dasar menyusun program berikutnya.
 
Jenis data dan informasi dalam penelitian social ini adalah  jenis data kualitatif  yang berupa hasil  pengamatan  berupa deskripsi mengenai situasi, kejadian atau peristiwa, interaksi sosial dan perilaku yang diamati secara langsung di lapangan yang berkenaan dengan aktifitas pengelolaan lahan pertanian kentang dan kubis. Juga dari  hasil pembicaraan berupa kutipan langsung dari pernyataan orang-orang tentang pengalaman, sikap, keyakinan, pandangan  atau pemikiran petani tentang budidaya tanaman kentang dan kubis. Bahan tertulis berupa petikan atau data dari dokumen proyek, surat-menyurat, rekaman  dan laporan juga menjadi sumber penting dalam program ini.
 
diskusi_di_lapanganSumber data yang dimanfaatkan dalam studi ini dari hasil wawancara dengan nara sumber dan dari dokumen-dokumen yang ada. Dalam  penelitian kualitatif (studi dampak) yang lebih dipentingkan adalah kedalaman data dan informasi lapangan, maka dalam menemukan narasumber digunakan model yang menurut Goets & Le Compte (1984) disebut dengan “criterion-based selection”. Menurut  Patton (1983), pilihan informan dapat berkembang sesuai kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data. Narasumber dalam penelitian social ini terdiri dari petani budidaya kentang dan kubis, baik petani peserta program dan petani bukan peserta program. Pendamping (fasilitator) lapangan baik dari petani pemandu, maupun dari PPL Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura juga menjadi narasumber. Untuk dokumen  dipilih yang memiliki nilai informasi tinggi.
 
Pada teknik pengumpulan data menggunakan metode deduktif kualitatif yang di konteskan dengan kasus secara deskriptif sebagai temuan studi social. Metode dalam pengumpulan datanya melalui wawancara  dengan pola indept interview, focus group discussion (FGD). Juga dilakukan observasi lapangan,  analisis dokumen (proposal, laporan kegiatan, dokumentasi kelompok).
 
Untuk teknik analisis digunakan  model analisis interaktif yang  meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Aktivitasnya  dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu proses siklus (Miles & Habermas, 1984). Informasi dan sumber-sumber lain yang terkumpul akan melalui proses uji kebenaran (reduksi) sehingga menjadi fakta. Kemudian fakta yang tersaji dilakukan intrepretasi atau analisis dengan menggunakan (kerangka) teori sehingga menjadi sebuah kesimpulan.
 
indept_interviewProsedur penelitian ini dirinci dalam 5 tahapan kegiatan. Tahap pertama merupakan tahap persiapan. Pada tahap ini meliputi penyusunan  desain penelitian, pengembangan protokol riset - finalisasi desain, mengembangkan pedoman pengumpulan data informasi dan penyusunan jadwal kegiatan. Pada tahapan ini juga dilakukan pembentukan team dan persiapan ke lokasi lapangan serta  kontak awal ke informan yang telah diidentifikasi.
 
Pada tahap kedua dilakukan training pembekalan bagi team peneliti Lapangan. Pembekalan ini melibatkan konsultan penelitian. Selanjutnya pada tahap ketiga  melakukan fields research atau pelaksanaan riset di lapangan  yang meliputi pengumpulan data di lokasi dengan observasi, wawancara mendalam dan mencatat dokumen. Pada tahap ini melakukan review dan pembahasan data (analisis) yang terkumpul, menentukan strategi pengumpulan data yang tepat, menentukan fokus, pendalaman dan pemantapan data pada proses pengumpulan data berikutnya.  Selain itu  mengatur data dalam kelompok untuk kepentingan analisis, mengembangkan bentuk sajian data, merumuskan kesimpulan akhir sebagai temuan penelitian, merumuskan implikasi kebijakan sebagai bagian  dari pengembangan saran dan rekomendasi dalam laporan akhir penelitian.
 
Tahap keempat merupakan tahap penyusunan temuan lapangan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah penyusunan draf temuan lapangan dan seminar hasil penelitian. Seminar dilakukan sebelum pembuatan laporan. Hal ini dimaksudkan untuk mencari masukan dan menguji temuan lapangan. Seminar dilakukan dengan mendatangkan ahli dan komunitas.  Sedang tahap kelima adalah tahap penyusunan laporan penelitian. Kegiatan tahap ini meliputi penyusunan draft laporan, workshop review dan perbaikan atau finalisasi laporan.
 
Untuk jumlah responden studi dampak social dari unsur kelompok tani SLPTT sebanyak 54 petani, unsur petani di luar kelompok tani SLPTT sebanyak 30 petani, pemandu atau fasilitator baik dari petani maupun PPL / PHP sebanyak 16 orang dan  dari unsur Dinas Pertanian maupun BPTP sebanyak 6 orang. 
 
diskusi_01Lokasi  studi dampak social program di empat provinsi yakni Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan NTB serta Sulawesi Selatan.  Untuk  Provinsi Jawa Barat dilakukan di Kabupaten Bandung dan Garut. Di Kabupaten Bandung dilaksanakan di Kecamatan Pangalengan, Desa Marga Mekar pada kelompok  tani SLPTT Sauyunan. Pemendu dari petani Asep Koswara, pemandu dari PPL Pepen Effendi. Di Desa Marga Mukti pada  kelompok tani SLPTT Mitra Mukti dengan pemandu petani Ade Rubini dan pemandu dari PPL Oji.
 
Untuk Kecamatan Kertasari dilakukan di Desa Cibereum pada kelompok tani Mekar Tani II, dengan pemandu dari petani Amang Tarya dan pemandu dari PPL Wahyudin. Di  Desa Cikembang dengan kelompok tani Mekar Tani Muda dengan pemandu petani Asep Budi dan pemandu dari PPL Supiadi. 
 
Kegiatan di Kabupaten Garut dilakukan  di Kecamatan Pasirwangi, Desa Sari Mukti lewat  kelompok tani Mukti Tani. Pemandunya dari unsur petani Dayat Suhendar Sedang  pemandu dari PHP Encu Sofyan. Di  Desa Pada Awas dilakukan pada  kelompok tani Barokah Tani dengan  pemandu dari petani H.Otang.
 
Untuk Kecamatan Cikajang dilakukan pada  Desa Cibodas pada  kelompok tani SLPTT Medal Sawargi. Pemandu dari petani Ending Sahidin, pemandu dari PPL Asep Rohiman. Pada  Desa Pada Suka, kelompok tani SLPTT Perjuangan Tani Mukti dengan pemandu dari petani Sopanji, dari PPL Iwan Setiawan. 
 
Di Kecamatan Cisurupan kegiatan dilakukan di  Desa Cisurupan pada  kelompok tani SLPTT Karya Mandiri dengan pemandu dari petani Nandang dan  dari PPL Rahmat. Di Desa Cisero pada  kelompok tani SLPTT Sukahaji dengan pemandu dari petani Ayat dan pemandu dari PPL Zaenal.
 
Kegiatan studi di Provinsi Jawa Tengah dilakukan pada  Kabupaten Wonosobo yang tersebar di beberapa kecamatan.  Di  Kecamatan Garung dilakukan di Desa Mlandi yang diwakili oleh kelompok tani SLPTT Mlandi, dengan pemandu dari petani Mustofa dan pemandu dari PPL Sunaryo. Sedang di Desa Kayugiyang dengan pemandu dari PPL Sadilan. 
 
Di Kecamatan Kejajar dilakukan di  Desa Tieng pada  kelompok tani SLPTT Manunggal, dengan pemandu dari PPL Joko. Di Desa Tambi oleh kelompok tani SLPTT Klakah Sari Mulyo dengan pemandu dari petani Mustohadi.
 
Untuk Kabupaten Banjarnegara dilakukan di 3 kecamatan. Yang pertama di  Kecamatan Batur pada  Desa Batur dengan  kelompok tani SLPTT Trubus  dengan pemandu dari petani Cholis. Di Desa Bakal pada  kelompok tani SLPTT Tunas Harapan Jaya dengan pemandu dari petani Muslim. Pada Kecamatan Wanayasa dilakukan di Desa Wanaraja pada  kelompok tani SLPTT Ngudi luhur dengan pemanndu dari petani Khodirun dan pemandu dari PPL Sudarto. Di Desa Kasimpar pada  kelompok tani SLPTT Bukit Madu dengan pemandu dari petani Hadi Sunaryo dan pemandu dari PPL  Widodo.
 
Kecamatan yang kedua adalah Kecamatan Pejawaran yang dilakukan di  Desa Beji pada  kelompok tani SLPTT Beji. Bertindak sebagai  pemandu dari petani Mahyat dan pemandu dari PPL Harjo Suryono. Di Desa Gembol pada  kelompok tani Sekar Tani dengan pemandu dari petani Didik Amin dan  pemandu dari PPL Agus
 
studi_dengan_pemandu_01Kegiatan studi di Propinsi Nusa Tenggara Barat dilakukan di  Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan dilakukan di  Kecamatan Sembalun, Desa Sembalun Lawang pada  kelompok tani SLPTT Orong Tenjong. Pemandu dari petani A. Leo/Murtadi dan  pemandu dari PPL Supardin. Untuk kelompok tani SLPTT Orong Paok Kekoro dengan pemandu dari petani  Rupnih dan Mustiaji, sedang  pemandu dari PHP Halidi. Sedang pada kelompok tani SLPTT Orong  Ronggak Telaga, dengan pemandu dari petani H. M. Idris dan  Suhilwadi, pemandu dari PPL  Samirih di kelompok tani  SLPTT Orong Dayan Desa dan Buatan, dengan pemandu dari petani Risdun dan Muhajir, pemandu dari PPL Masruhin. Untuk kelompok tani SLPTT Orong Dayan Pangsor Serut pemandunya dari petani Musnaeli dan Darwinti, sedang pemandu dari PPL Indriyati, Pada kelompok tani  SLPTT Orong Lendang Luar,  dengan pemandu dari petani Minardi, pemandu dari PPL Mahkup.

Kegiatan studi di Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan di  Kabupaten Goa, Kecamatan Tinggi moncong (Malino ), Desa Kampung baru, Pattapang melibatkan kelompok tani SLPTT Lemo-lemo, dengan pemandu Abdul jalil. Di  Desa Bulu Ballea, Pattapang dilakukan dengan kelompok tani SLPTT Kayu pute, dengan pemandu Hamzah Khalid. Kalau dengan kelompok tani SLPTT Veteran pemandunya Zaid Karim. Sedang pada kelompok tani SLPTT Beringin dengan pemandu dari petani Rahma. Di Kecamatan Tombolo Pao, Desa Kanrepia kelompok tani yang berpatisipasi aktif adalah kelompok tani SLPTT Silanggaya. Pemandunya dari petani  Suaib.
 
*
 
diskusi2Topik bahasan studi dampak social  untuk petani peserta SLPTT membahas mulai   sebelum ada SLPTT,  selama proses SLPTT, setelah ada SLPTT, posisi dan peran dalam masyarakat atau kelembagaan desa, pembagian peran laki-laki dan perempuan dalam budidaya pertanian, pengambilan keputusan, manfaat selama dan sesudah adanya SLPTT.  Sedang petani bukan peserta SLPTT  membahas  apa yang diketahui tentang SLPTT, apakah SLPTT diterima masyarakat dan dicontoh petani, manfaat dan  saran untuk memperbaiki kelompok  SLPTT.
 
Sedang untuk pemandu atau fasilitator lapangan topik bahasan mulai dasar penentuan dan cara memfasilitasi kelompok tani SLPTT, model pendampingan kelompok SLPTT, kendala yang dihadapi  dan kelebihan kelompok SLPTT  saran dan masukan apa saja yang diperlukan untuk pembentukan kelompok belajar masyarakat. Untuk dinas atau pemerintah, topik bahasan mulai peran yang dilakukan dalam mendukung kelompok belajar  SLPTT dan upaya untuk menjaga keberlangsungan kelompok belajar masyarakat SLPTT.
 
Waktu studi dampak sosial ini dilakukan tanggal  1 – 5 Februari untuk lokasi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Tanggal 8 – 13 Februari 2010 untuk Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Tanggal  Tanggal 12-16  April 2010 untuk lokasi Kabupaten  Gowa dan tanggal 13 – 16 April 2010 untuk lokasi  Kabupaten Lombok Timur.
 
Pada tanggal  8 Juni 2010,  bertempat  di Dinas Pertanian dan Holtikultura, Propinsi  Jawa Barat melakukan evaluasi program  dengan  dihadiri Mr. Terry Hill  dan Mrs. Julie Warren  dari ACIAR. Pertemuan ini  dipandu oleh Dr. Eri Sofiari (Project Leader Aciar di Indonesia). Pertemuan itu  diawali dengan pembukaan  dan  dilanjutkan presentasi  hasil studi dampak sosial oleh LPTP. Presentasi yang  kedua dengan bahasan hasil studi dampak  lingkungan  oleh Dinas  Pertanian & Holtikultura Propinsi Jawa Barat dan presentasi hasil studi dampak ekonomi oleh Indonesiaan Vegetable Research Institute (IVEGRI).
 
workshopProgram ini kerjasama antara, Australian Commissioned Organisation / Commissioned  IACC sebagai Project Leader, Mr Terry Hill – Director Horticulture, Departement  of Agriculture and Food, Western Australia, partner country, project leader  Indonesia - Dr. Eri Sofiari, Indonesiaan Vegetable Research Institute (IVEGRI) and Collaborating scientist,  Partner Country Collaborating Organisation  Mr. Muh Asaad – Program Coordinator, Assesment Institute for Agriculture Technology (AIAT) South Sulawesi (BPTP Sulawesi Selatan). Juga  Ir. Helda Tahir – Head Departement of Agriculture Service for Food and Horticultural Crops, South Sulawesi (Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Sulsel ), Mr. Kunto Kumoro – Program Coordinator, Food Crops, Assessment Institute for Agriculture Technology (AIAT) Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB), Mr. Mursal, SP – Knowledge Transfer Coordinator-Tropical Plants Echo-Physiologist, Departement of Agriculture Services Nusa Tenggara Barat (Dinas Pertanian Propinsi Nusa Tenggara Barat). Juga Departement of Agriculture Service for Food and Horticultural Crops, West Java  (Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura,  Jawa Barat) dan Departement of Agriculture Service for Food and Horticultural Crops, Central Java (Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura,  Jawa Tengah)
 
Sedangkan team inti studi dampak sosial  program ACIAR –Indonesia dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan :
  1. Eko Istiyanto, SP, Direktur Pusat Pengembangan Pangan & Pertanian Berkelanjutan  - Penanggungjawab  Studi dampak sosial.
  2. Rahadi, SPd ,  Direktur PT Susdec LPTP –  Konsultan penelitian sosial
  3. Zamzaini – Koordinator Divisi Deversifikasi Pangan & Biofarmaka,   Pusat Pengembangan Pangan & Pertanian Berkelanjutan  -  Tenaga ahli  studi dampak sosial.
  4. Purwono Yunianto – Koordinator Divisi Pengelolaan Sumberdaya Lahan & Air,   Pusat Pengembangan Pangan & Pertanian Berkelanjutan  -  Tenaga ahli  studi dampak sosial.
  5. Sri Wahyuning – Koordinator Pelatihan, Koordinator Pendidikan & Pelatihan PT Susdec LPTP  - Tenaga ahli  studi dampak sosial.
  6. Lilik Mukibat, SP – Staff  Pusat Pengembangan Pangan & Pertanian Berkelanjutan   - Anggota team studi dampak sosial
  7. Gunawan – Staff  Pusat Pengembangan Pangan & Pertanian Berkelanjutan -Anggota team studi dampak sosial
  8. Sulistyo – Staff  PT Susdec - Anggota team studi dampak sosial

 
logo_lptp4 image012australian_government
 
 
 

 
 
 
 
 
 
Penulis adalah staf Pusat Pengembangan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan pada LPTP
 
***


Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design