Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
LPTP ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
NGO SULSEL MAGANG DI ...
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
Home » Artikel » Laboratorium Rekayasa TTG LPTP

Laboratorium Rekayasa TTG LPTP
 
Posted : Tue, 22 June 2010 - 09:42 ( 17383 views)

Laboratorium Rekayasa TTG LPTP
TEKNOLOGI UNTUK MENGENTASKAN RAKYAT MISKIN
Oleh masyarakat LPTP dikonotasikan sebagai lembaga pengembang teknologi tepat guna. Teknologi ini sering pula disebut  teknologi  desa karena banyak dipakai masyarakat desa. Juga kerap disebut teknologi rakyat karena yang memanfaatkan kebanyakan rakyat biasa. Sebagian orang menganggap remeh TTG karena dianggap tidak hight techt. Mereka mengabaikan manfaat TTG dan potensinya yang besar dalam meningkatkan produktivitas masyarakat.

Gerakan  mempopulerkan teknologi tepat guna berkembang   sejak tahun 70-an. Gerakan ini berusaha memerangi  kemiskinan   yang merebak di negara berkembang dan pola kerja tradisional  yang masih   melekat  kuat pada  masyarakat  desa. Masyarakat desa merupakan masyarakat mayoritas dinegara berkembang yang kebanyakan miskin. Sampai sekarang pun gerakan itu masih ada.

Pembangunan masyarakat pedesaan memang menjadi perhatian utama pada saat pendirian LPTP karena sebagian besar masyarakat Indonsia berdomisili di pedesaan. Mereka yang berada di LPTP berharap masyarakat pedesaan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dengan aspirasi dan perspektif mereka sendiri.

LPTP sendiri meyakini dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat pedesaan salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bekerjasama langsung bersama masyarakat untuk memecahkan persoalan mereka. Transformasi IPTEK pada masyarakat pedesaan dianggap urgen. Teknologi aplikatif dibutuhkan dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Memiliki bengkel sendiri merupakan sesuatu yang diinginkan oleh LPTP sejak awal pendiriannya. Dengan memiliki bengkel banyak yang bisa diperbuat. Bengkel itu nantinya akan menjadi tempat rekayasa TTG yang akan digunakan untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat. Konsep-konsep TTG mulai dibuat dan secara kontinyu terus disempurnakan dan ditambah.

Sebelas tahun setelah deklarasi LPTP, keberadaan bengkel mulai dapat direalisir di LPTP. Pada tahun 1988 dengan bantuan USAID, LPTP membangun bengkel. Pembangunan bengkel disesuaikan dengan visi misi LPTP yang concern memberdayakan masyarakat dengan teknologi aplikatif. Bengkel yang dibangun selain sebagai laboratorium yang melakukan riset beragam TTG juga digunakan sebagai tempat pelatihan.

prasasti_bengkel_lptpKetika pembangunan bengkel telah selesai, mesin-mesin yang akan digunakan untuk melakukan rekayasa TTG datang dan langsung ditempatkan pada tempat yang sudah direncanakan. Sistem pengelolaan bengkel mulai disusun. Bengkel rekayasa TTG LPTP itu diresmikan oleh Paul Wolfoitz Duta Besar AS pada tahun 1988. Peresmiannya dilakukan Soejono Bupati Karanganyar . Bengkel itu berada dalam satu kompleks dengan gedung perkantoran LPTP.

Dengan bengkel itu upaya untuk mengembangkan TTG terus dilakukan sepanjang waktu oleh LPTP. Tidak hanya dalam hal rekayasa teknologi namun juga mengajak masyarakat untuk belajar menguasai teknologi sederhana yang mudah dioperasikan, berbiaya rendah namun mampu memudahkan pekerjaan manusia serta meningkatkan kualitas hasil pekerjaan. Untuk itulah bengkel LPTP juga berfungsi  sebagai tempat pendidikan dan latihan (diklat). Peresmian bengkel LPTP sebagai tempat Diklat ini dilakukan oleh Ir. Akbar Tanjung  pada tahun 1993.

 
03_papan_usaid_copyDiklat LPTP ini didirikan juga untuk menyikapi permasalahan ketenagakerjaan pada saat itu.  Diklat kerja bengkel ini memiliki 2 jurusan. Yang pertama jurusan mesin produksi dan yang kedua jurusan montir mobil. Untuk  kejuruan mesin produksi  dibagi 2 kegiatan. Kegiatan yang pertama membuat benda praktek wajib dan kegiatan yang kedua membantu pembuatan produk yang merupakan  order bengkel. Diklat kerja ini dilakukan selama 3 bulan. Diklat kerja LPTP ini dilakukan secara profesional. Terdapat pengurus yang profesional  mengelola diklat kerja ini yakni koordinator diklat, staf pengajar dan jadwal diklat yang pasti.

Pengelola bengkel LPTP pada tahap awal itu adalah  Machmud Fauzi sebagai manajer,  Efendi Syarif sebagai konsultan teknik, Noery Dimyati (adeministrasi), Sutomo (kepala produksi), Haryanto (marketing), Suyatno dan Maryadi (teknisi). Dalam perjalanannya format kelembagaan bengkel ini berubah untuk menyesuaikan dengan keadaan. Terdapat penambahan manajer produksi untuk lebih meningkatkan produktivitas bengkel, yaitu dengan masuknya Ir Sartono Putro. Sekarang bengkel LPTP dikelola oleh Imam Syarifudin dan Maryadi.

Pada masa diklat kerja LPTP juga diselenggarakan program Praktek Kerja Nyata (PKN). PKN ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dan memberikan pengalaman pada situasi kerja yang sesungguhnya. PKN yang dikembangkan oleh LPTP merupakan pelayanan sosial sebagai wujud nyata LPTP ikut berpartisipasi mencerdaskan bangsa. PKN ini dilaksanakan mulai tahun 1993 dan rata-rata diikuti oleh 40 siswa STM di sekitar LPTP.

Kegiatan pameran yang berhubungan dengan TTG juga selalu diikuti oleh LPTP sejak dulu. LPTP selalu diundang untuk berpartisipasi dalam pameran pembangunan atau pameran yang ada unsur teknologinya. Pada tahun 1993 dan 1994,  LPTP sudah diminta untuk mengikuti pameran pembangunan di Kabupaten Karanganyar dan Sragen atas nama diklat binaan Depnaker. Pameran-pameran yang berhubungan dengan TTG ini terus diikuti oleh LPTP hingga sekarang sesuai dengan undangan yang ditujukan pada LPTP.

01_kunjungan_menlh_pada_pameran_ttg_lptpUntuk semakin mensosialisasikan TTG pada masyarakat, LPTP juga membangun layanan informasi  TTG. Layanan ini dimaksudkan untuk menginformasikan segala hal yang menyangkut TTG dan juga membantu masyarakat yang membutuhkan TTG dalam menjalankan pekerjaannya. Dalam relevansinya dengan layanan TTG ini LPTP kerap dimintai untuk menjadi narasumber mengenai  TTG baik oleh perguruan tinggi, instansi pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat lainnya.

Dalam perkembangannya setelah dilakukan riset diketahui kebutuhan  akan tenaga kerja tingkat foreman atau supervisor realitanya lebih besar. Tenaga kerja kelas supervisor ini tidak bisa dipenuhi dengan model diklat kerja LPTP namun harus lewat pendidikan dengan format akademi. Setelah melakukan survey dan kajian mendalam maka didirikan Akademi Teknik Adiyasa sebagai kelanjutan dari diklat kerja bengkel LPTP. Pendirian Akademi Teknik Adiyasa ini terealisir dengan SK Mendikbud no 053/D/0/1994 tanggal 7 Juli 1994.

Pendidikan formal tingkat akademi mulai dijalankan. Pada akademi ini terdapat jurusan Teknik Mesin dan telah meluluskan sekitar 140 sarjana tingkat DIII. Bengkel LPTP menjadi laboratorium tempat praktek mahasiswa DIII.

Kuantitas pengembanan TTG oleh LPTP meningkat ketika bengkel dikelola oleh Akademi Teknik Adiyasa. Jumlah rekayasa TTG meningkat dan sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat. Sepanjang waktu penyempurnaan terhadap rekayasa TTG juga terus dilakukan.

02_perajang_sampah_organikJumlah rekayasa  TTG LPTP meningkat pesat pada saat ini. Tugas akhir mahasiswa diarahkan untuk mampu merekaya mesin teknologi tepat guna. Dengan demikian hasil tugas akhir mahasiswa ini memiliki nilai guna yang lebih karena dapat diaplikasikan serta dimanfaatkan oleh masyarakat luas yang membutuhkan.

Pada masa Adiyasa ini bengkel LPTP selain sebagai laboratorium  rekayasa juga  menjadi pusat training dan pendidikan. Kegiatan lain yang dilakukan di antaranya menjalin kerja sama publikasi teknologi tepat guna dengan media massa seperti Kedaulatan Rakyat dan Solo Pos serta penerbitan buku seri teknologi dengan Tiga Serangkai Solo. Pameran-pameran teknologi juga diikuti baik yang diadakan di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten.

Mitra  Akademi Teknik Adiyasa yang memanfaatkan rekayasa TTG LPTP ini cukup banyak di antaranya :
  • Kantor Lingkungan Hidup pusat maupun daerah dalam pembuatan mesin perajang bahan organik untuk keperluan pupuk.
  • Pemerintah Provinsi Jateng dan beberapa Kabupaten/Kota dalam hal teknologi untuk industri kecil dan pengolah pupuk organik.
  • PDAM Kabupaten Nias dan GTZ dalam hal konstruksi pipa PDAM Nias.
  • NGO lokal dalam pemanfaatan rekayasa mesin pengolah sampah organik dan rekayasa mesin penghasil energi alternatif.
  • Wiraswasta/pengrajin/pengusaha kecil dalam hal pemanfaatan penggiling kedelai, mesin perajang keripik tempe, singkong, brambang dan teknologi tepat lain.
 
05_lab_rekayasa_lptp_copy
 
 
 
Sedang ragam rekayasa teknologi bengkel pada masa sekarang ini digolongkan pada :
  • Teknologi pangan.
  • Teknologi energi.
  • Teknologi lingkungan.
  • Teknologi pertukangan.
 
 
 
 
 
***


Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design