Biogas

MESIN PERAJANG SAMPAH ORGANIK UNTUK PENGOLAHAN KOMPOS DI DIENG ...
TRAINING PEMBUATAN FILM DOKUMENTER UNTUK ...
KOMUNITAS FILM DOKUMENTER PELAJAR
LPTP ...
NGO SULSEL MAGANG DI ...
IN MEMORIAM FOUNDER FATHER  ...
PAMERAN TTG LPTP DI PACITAN KREATIF
YLPTP SELENGGARAKAN RAKER DEWAN PEMBINA DAN ...
Masalah utama yang ...
MEN-LH RAHMAT WITOELAR KUNJUNGI ...

Selama kurun waktu satu tahun ...
Sebagaimana tradisi LPTP, pada setiap bulan Romadhan ...
Pada ...
35 tahun bukan waktu yang pendek. ...
Hari Senin, tanggal 4 November ...
 Team LPTP melakukan pemetaan rumah ...
Waktu merupakan sekolah tempat kita belajar. Waktu ...
LPTP kembali ...
Pelatihan ...



View LPTP Stats

View LPTP Stats


 
Home » Artikel » Seri TTG : Hammer Mill

Seri TTG : Hammer Mill
 
Posted : Thu, 31 December 2009 - 10:29 ( 16797 views)

Seri TTG : Hammer Mill
MESIN PENGHANCUR PUING BANGUNAN
Limbah padat berupa puing-puing bangunan mudah dijumpai di mana saja.  Selama pembangunan fisik terjadi limbah berupa puing bangunan ada di mana-mana.  Puing bangunan ini jika dibiarkan teronggok menumpuk sangat mengganggu lingkungan. Selain itu juga menghabiskan tempat terutama jika puing-puing bangunan itu berasal dari banguan besar.
 
Pemanfaatan puing-puing bangunan yang lazim adalah untuk keperluan uruk.  Kadang penggunaan puing bangunan sebagai uruk ini hanya ditumpuk begitu saja. Cekungan tanah yang diuruk memang bisa rata ketinggiannya sesuai dengan yang diinginkan, namun penumpukan puing bangunan sebagai uruk ini juga menciptakan ketidakpadatan. Terdapat celah-celah berlubang karena bentuk puing yang tidak merata. Penghancuran puing dalam bentuk yang lebih kecil dan lebih lembut diperlukan agar urukan memiliki kepadatan yang baik.
 
Pada daerah yang terkena bencana alam terutama gempa bumi, puing-puing bangunan tersebar di mana-mana. Saat proses rehabilitasi pasca gempa bumi dilakukan, puing-puing bangunan ini jumlahnya semakin banyak dan menumpuk di mana-mana. Bangunan yang sebelumnya masih tegak namun menurut perhitungan teknik berbahaya dan bisa sewaktu-waktu runtuh, dirobohkan diganti dengan bangunan baru. Jumlah puing bangunan pun semakin banyak.
 
limbah_600Penempatan puing bangunan yang tidak tepat dapat mengganggu lalu lintas. Membiarkan puing bangunan menumpuk dalam jumlah besar juga menciptakan pemandangan tak sedap. Membuang puing bagunan di sembarang tempat juga tidak mudah. Apalagi jika jumlahnya sangat banyak seperti di daerah yang baru saja ditimpa bencana gempa bumi. Bongkahan puing bangunan yang tak beraturan memang membuat puing-puing itu sulit mau dipakai apa dan ditempatkan di mana.
 
Pada puing bangunan terdapat beberapa komponen. Reruntuhan bangunan itu biasanya terdiri dari batu, batu bata, kayu, besi, genting, beton, asbes, paku, kaca, plastik. Komponen-komponen itu bercampur satu dalam reruntuhan bangunan.
 
Di negara maju sampah puing bangunan biasa dikelola dengan dukungan peralatan yang memadai. Sampah puing tidak begitu saja dibuang namun dikelola dengan memperhatikan reuse,  recycling dan landfillling. Jadi bukan sekedar pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan saja.
 
Reuse merupakan upaya memilih puing bangunan yang dianggap masih bisa digunakan kembali. Ini merupakan pekerjaan cukup sulit karena reruntuhan bangunan akibat gempa tidak teratur. Juga harus hati-hati karena bisa tertimpa potongan reruntuhan. Biasanya hanya yang memungkinkan saja yang bisa dipilih untuk digunakan kembali.  Yang jelas reuse ini adalah sebuah usaha  untuk memanfaatkan kembali material yang masih bisa digunakan. Pada tahap ini  dipilih material yang masih bisa diperbaiki sesuai dengan fungsinya.
 
Recycling  merupakan upaya memperoleh material yang dianggap masih memiliki nilai untuk keperluan daur ulang. Biasanya di sini dilakukan pemilihan rangka besi atau bahan dari logam lain  pada reruntuhan bangunan atau kayu. Proses ini membutuhkan waktu dan ketekunan karena harus memilah-milah besi atau baja yang sudah menyatu dengan bahan bangunan lain.  
 
Tahap yang terakhir adalah penentuan landfilling. Tidak semua tempat dapat dijadikan landfilling. Landfilling ini merupakan tempat pembuangan akhir puing. Akan lebih tepat jika landfilling ini di tempatkan di pinggiran kota atau di daerah cekungan yang di pandang perlu dinaikkan ketinggian tanahnya. Pemilihan landfilling yang tidak tepat misalnya di tengah kota atau di tempat yang ramai akan mengganggu keindahan kota serta dapat mengancam kesehatan warga kota yang padat. Timbunan puing-puing bangunan dapat menjadi sarang serangga maupun hewan kecil yang dapat menyebarkan penyakit atau membuat tidak nyaman masyarakat.
 
Prosedur  reuse, recycling serta landfilling ini sudah lazim dipakai di banyak negara. Di beberapa  lokasi bencana di Indonesia juga sudah dijalankan meskipun tidak seketat di negara maju. Proses recycling kadang dilakukan dengan melibatkan banyak pemulung yang memanfaatkan kesempatan mencari besi di reruntuhan bangunan.
 
Untuk landfilling biasa dipilih pinggir kota, namun masih juga ada yang sekedar menyingkirkan di tempat tertentu yang tidak jauh dari tempat awal bangunan. Landflling puing bangunan di berbagai daerah di Indonesia masih belum lazim. Beda dengan di negara maju biasanya ada suatu kawasan yang dikhususkan untuk landfilling sampah padat seperti rongsokan mesin, mobil atau bangunan. Beberapa wilayah di Indonesia sudah waktunya memiliki landfilling seperti itu  bukan dicampurkan di TPS rumah tangga atau pasar seperti yang kita kenal selama ini. Namun biasanya masalah landfill diingat dan dibicarakan  setelah terjadinya kasus yang memerlukan pencarian tempat pembuangan sampah puing bangunan.
 
Pemanfaatan puing bangunan yang paling memungkinan serta paling banyak dilakukan adalah untuk keperluan uruk. Namun untuk keperluan uruk ini diperlukan penghancuran lebih dulu bongkahan-bongkahan puing bangunan. Penghancuran dengan palu atau pemukul dengan tenaga manusia perlu tenaga besar dan waktu lama. Sarana teknologi sederhana namun tepat dibutuhkan di sini.
 
Sampah puing bangunan di mana pun sebenarnya sama. Sampah ini termasuk sampah padat dan keras. Kadang berupa bongkahan besar, kadang kecil dan memanjang.  Sering untuk menyingkirkan sampah ini harus dihancurkan menjadi kecil-kecil lebih dulu agar lebih mudah dipindahkan. Penghancuran dengan tenaga manusia perlu tenaga kerja banyak serta waktu yang lama.
 
hammermill3Mesin penghancur atau hammermill dapat membantu proses penghancuran puing bangunan. Tentu sebelumnya dipilah lebih dulu disesuaikan daya tampung mesin. Mesin ini akan melembutkan puing bangunan dan selanjutnya dapat dipakai untuk  mengeraskan permukaan jalan rumah atau jalan desa yang non aspal. Hasil penghancuran dari mesin itu juga dapat digunakan untuk dasar bangunan baru. Bisa juga untuk dasar jalan.
 
Proses kerja mesin hammer mill ini sederhana. Bongkahan puing bangunan dimasukkan lewat corong dan akan masuk ke dalam mesin. Di dalam mesin terdapat potongan-potongan  besi yang berputar mirip palu.  Bongkahan puing  yang masuk  akan dihancurkaan dalam mesin dengan palu. Dengan tenaga penggerak diesel, maka mesin ini dapat menghancurkan puing bangunan. Hanya besarnya bongkahan puing disesuaikan dengan lubang masuk.
 
Mesin ini digerakkan oleh tenaga diesel 16 PK. Bahannya dari besi dan berfungsi sebagai mesin penghancur bongkahan puing bangunan. Dimensi mesinnya 400x1500x1500. Mesin ini mampu menghancurkan batu bata, bongkahan dinding dan genting 2 meter kubik per jam. Memang ini termasuk mesin kecil namun bisa membantu menangani masalah sampah puing bangunan yang banyak terjadi di berbagai tempat. Pada saat terjadi bencana seperti di Sumbar mesin penghancur ini sangat diperlukan mengingat puing-puing bangunan terdapat di mana-mana dan jumlahnya sangat banyak.
 
Penghancuran dengan bantuan mesin lebih mudah dilakukan dan lebih lebih cepat.  Operator mesin tinggal menyesuaikan bahan yang hendak dihancurkan agar bisa masuk ke corong. Begitu masuk ke dalam corong, bongkahan puing akan diproses mesin yang digerakkan oleh tenaga diesel ini. Hasil hancuran yang lebih lembut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
 
Indonesia sebagai negara yang sebagian besar wilayahnya sering dilanda bencana alam baik itu gempa bumi atau banjir sering menghadapi problem menumpuknya puing-puing reruntuhan bangunan yang roboh akibat bencana. Besarnya kerusakan akibat kejadian bencana itu membuat banyaknya jumlah puing-puing bangunan yang tersebar di daerah lokasi bencana. Puing-puing itu menyulitkan tidak hanya saat proses penyelamatan atau evakuasi tapi juga saat rehabilitasi pasca bencana.
 
Puing-puing bangunan yang dibiarkan menumpuk selain membuat tidak sedap pemandangan  juga dapat menjadi sarang berbagai penyakit. Puing-puing  itu bisa menjadi sarang tikus, lalat, ular, nyamuk dan berbagai hewan yang dapat menyebarkan penyakit pada manusia. Jadi penyingkiran dan penghancuran puing-puing itu memang harus dilakukan. Penghancuran yang paling efektif dengan menggunakan mesin penghancur sederhana yang digerakkan oleh diesel ini. Setidak-tidaknya itu bisa mengurangi tumpukan puing yang mengganggu dan tak sedap di pandang. (Eddy)


Copyright © 2008 - 2018 by LPTP surakarta, All right reserved.
Bali web design